Ada Mutasi Virus, Vaksin Covid-19 Dinilai Masih Efektif
Kamis, 31 Desember 2020 - 10:48 WIB
loading...
Ada Mutasi Virus, Vaksin Covid-19 Dinilai Masih Efektif. Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Ketua Satgas Imunisasi Dewasa Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia dr. Samsuridjal Djauzi menegaskan bahwa vaksin Covid-19 yang saat ini sedang memasuki uji klinis tidak akan terpengaruh efektivitasnya dengan adanya mutasi baru Covid-19 .
Samsuridjal pun meyakinkan bahwa vaksin Covid-19 masih efektif untuk melawan mutasi tersebut, meskipun dikabarkan mutasi virus Covid-19 baru ini di Inggris dan sebagian wilayah Eropa lebih ganas dari versi sebelumnya.
"Setiap virus bermutasi itu hal yang alamiah, sementara ini pakar berpendapat bahwa tes PCR kita tidak terganggu dan vaksin yang digunakan tetap efektif terhadap mutasi yang baru tersebut, tapi pemantauan tetap dilakukan WHO," ungkap Samsuridjal dikutip SINDO Media dalam dialog 'Menjawab Isu Keamanan dan Keefektifan Vaksin Covid-19 ', Kamis (31/12/2020).
(Baca juga: 1,8 Juta Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba di Bandara Soetta Siang Ini ).
Selain itu, Samsuridjal juga menampik opini masyarakat yang mengatakan bahwa Indonesia hanya membeli dari satu produsen vaksin, sementara negara produsen vaksin tersebut membeli dari negara produsen lainnya.
Samsuridjal pun meyakinkan bahwa vaksin Covid-19 masih efektif untuk melawan mutasi tersebut, meskipun dikabarkan mutasi virus Covid-19 baru ini di Inggris dan sebagian wilayah Eropa lebih ganas dari versi sebelumnya.
"Setiap virus bermutasi itu hal yang alamiah, sementara ini pakar berpendapat bahwa tes PCR kita tidak terganggu dan vaksin yang digunakan tetap efektif terhadap mutasi yang baru tersebut, tapi pemantauan tetap dilakukan WHO," ungkap Samsuridjal dikutip SINDO Media dalam dialog 'Menjawab Isu Keamanan dan Keefektifan Vaksin Covid-19 ', Kamis (31/12/2020).
(Baca juga: 1,8 Juta Vaksin Covid-19 Sinovac Tiba di Bandara Soetta Siang Ini ).
Selain itu, Samsuridjal juga menampik opini masyarakat yang mengatakan bahwa Indonesia hanya membeli dari satu produsen vaksin, sementara negara produsen vaksin tersebut membeli dari negara produsen lainnya.
Lihat Juga :