Partisipasi 76%, DPR Sebut Pelaksanaan Pilkada Berhasil

Selasa, 29 Desember 2020 - 13:01 WIB
loading...
Partisipasi 76%, DPR...
DPR RI menilai pelaksanaan Pilkada Serentak 2020 di 270 daerah berhasil secara kuantitatif dengan mendasarkan pada partisipasi pemilih mencapai 76%. Foto/SINDOnews/Ilustrasi
A A A
JAKARTA - DPR RI menilai pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah ( Pilkada ) Serentak 2020 di 270 daerah berhasil secara kuantitatif dengan mendasarkan pada partisipasi pemilih mencapai 76%. Untuk memastikan perhelatan ini sesuai mutu demokrasi yang diharapkan.

(Baca juga: Usai Pilkada, Seluruh Ketua PK Golkar se-Indramayu Sepakat Gelar Musda ke-10)

"Secara kuantitatif dengan tingkat partisipasi masyarakat di pilkada kali mencapai 76% sangat baik. KPU dan Pemerintah berhasil menggelar pilkada ini," kata Anggota DPR RI Komisi II Aminurokhman, Selasa (29/12/2020).

(Baca juga: Kalah Pilkada, PKS Siap Jadi Mitra Kritis Pemerintahan Baru di Tangsel)

Sebelumnya Ketua KPU Arief Rahman menyampaikan informasi bahwa partisipasi pemilih dalam Pilkada 2020 ini mencapai 76,13 % per tanggal 17 Desember, yang berarti lebih tinggi dari partipasi pemilih pada Pilkada 2015 yaitu 68,82%.

(Baca juga: Pilkada Serentak Berakhir, Bawaslu Pastikan Jabar Nihil Klaster Baru Covid-19)

Menurut dia, perhelatan pilkada yang digelar di tengah pandemi sangat sulit diprediksi dapat menyedot partisipasi sesuai yang ditargetkan KPU 75,5%. Namun target itu dapat tercapai berkat kerja sama semua pihak yaitu KPU, Bawaslu, Kemendagri, Pemda, termasuk TNI Polri serta mampu meyakinkan keamanan dari covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan.

Meski demikian, ia mengatakan, pilkada di 270 daerah ini perlu dievaluasi khususnya mengenai kualitasnya. DPR ingin memastikan kepala daerah yang terpilih legitimit atau sesuai dengan kehendak rakyat.

"Untuk itu usai reses kita akan melakukan evaluasi dengan KPU, Bawaslu dan pihak terkait," pungkasnya.

Sebelumnya survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan tingkat partisipasi warga dalam pilkada di era pandemi covid-19 lebih tinggi dari yang diperkirakan. Sekitar 76% warga yang tinggal di daerah pilkada ikut memilih pada 9 Desember 2020 atau lebih tinggi dari pilkada tanpa pandemi lima tahun lalu (69%).

Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad mengatakan survei nasional ini dilakukan dengan metode wawancara per telepon terhadap 1200 responden yang dipilih secara acak (random) pada 9-12 Desember 2020. Margin of error survei diperkirakan +/-2.9%.

Menurut Saidiman, partisipasi yang tinggi dalam pilkada ini konsisten dengan hasil survei sebelumnya yang menunjukkan bahwa publik tetap ingin punya kepala daerah yang mereka pilih secara langsung meski ada covid-19.

Terungkap pula bahwa tingkat partisiapsi warga desa lebih tinggi daripada warga kota. Di desa, 80% warga mengikuti pilkada, sementara hanya 71% warga perkotaan yang melakukannya.

Bila dilihat tingkat pendidikan, kalangan yang paling rendah tingkat partisipasinya adalah lulusan perguruan tinggi. Hanya sekitar 54% warga berpendidikan tinggi ikut memilih, sementara 88% warga berpendidikan SMP dan 85% warga berpendidikan SMA ikut memilih.

Perbedaan antara kelompok umur tidak terlalu mencolok. Tingkat partisipasi paling rendah ditemukan di kalangan mereka yang berusia di bawah 25 tahun (70%), dan yang tertinggi adalah kelompok usia 41-55 tahun (79%).

Faktor yang mempengaruhi secara signifikan adalah kekhawatiran tertular covid 19. Partisipasi dalam pilkada di kalangan yang mengaku sangat khawatir tertular virus korono hanyalah 66%, sementara partisipasi di kalangan yang kurang/tidak khawatir mencapai 87%.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
MK Diminta Larang Keluarga...
MK Diminta Larang Keluarga Presiden dan Wapres Ikut Pilpres, PKS: Bagus juga untuk Pilkada
Polemik Anggaran MBG...
Polemik Anggaran MBG Kental Nuansa Politik, Pengamat Kebijakan Publik: Secara Prosedural Sudah Disepakati DPR
Wacana Pilkada lewat...
Wacana Pilkada lewat DPRD, Pengamat: Akibat Biaya Politik Tinggi
Tahapan Pemilu 2029...
Tahapan Pemilu 2029 Dimulai Tahun Depan, DPR Targetkan RUU Pilkada Rampung 2026
Bertemu Prabowo, Cak...
Bertemu Prabowo, Cak Imin: PKB dari Dulu Inginkan Pilkada melalui DPRD
Bertemu Prabowo, Siti...
Bertemu Prabowo, Siti Zuhro Beri Masukan tentang Sistem Pilkada
Demo Rusuh Guncang Georgia,...
Demo Rusuh Guncang Georgia, Massa Serbu Istana Presiden
Partai Perindo Papua...
Partai Perindo Papua Selatan Apresiasi MK Tolak Gugatan Hasil PSU Pilkada, Hendrikus Mahuze: Mari Bersama Bangun Boven Digoel!
Ketua KPU Banten Sebut...
Ketua KPU Banten Sebut Penerapan Open Government Data Dukung Pemilu Berkualitas
Rekomendasi
Nakei Tampilkan Pendewasaan...
Nakei Tampilkan Pendewasaan Musik Lewat Single Kedua 'Setengah Hadir'
Lithuania Siap Luncurkan...
Lithuania Siap Luncurkan Mobil yang Bisa Berubah Jadi Robot
Dibully Sampai Hidupnya...
Dibully Sampai Hidupnya Hancur, Ini Balas Dendam Anna di Microdrama V+Short She Was Never Gone
Berita Terkini
Ketum All Cipayung Nusantara...
Ketum All Cipayung Nusantara Berharap Sidang Kasus Ijazah Jokowi Digelar Terbuka
Tersangka Kasus Ijazah...
Tersangka Kasus Ijazah Jokowi Desak Polisi Buat Kepastian Hukum
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Polisi dan Jaksa Ragu-ragu di Kasus Ijazah Jokowi
Kecam Ketimpangan Layanan...
Kecam Ketimpangan Layanan Dialisis, KPCDI Desak Pemerintah Benahi Sistem
Pengacara Jokowi: Ada...
Pengacara Jokowi: Ada Dugaan Manipulasi Bukti Elektronik dalam Kasus Ijazah Jokowi
PKS Sebut Sinergi Pemerintah,...
PKS Sebut Sinergi Pemerintah, Dunia Usaha, hingga Masyarakat Kunci Jaga Stabilitas
Infografis
18 Negara dengan Gaji...
18 Negara dengan Gaji Anggota DPR Tertinggi di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved