Partisipasi 76%, DPR Sebut Pelaksanaan Pilkada Berhasil
Selasa, 29 Desember 2020 - 13:01 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, perhelatan pilkada yang digelar di tengah pandemi sangat sulit diprediksi dapat menyedot partisipasi sesuai yang ditargetkan KPU 75,5%. Namun target itu dapat tercapai berkat kerja sama semua pihak yaitu KPU, Bawaslu, Kemendagri, Pemda, termasuk TNI Polri serta mampu meyakinkan keamanan dari covid-19 melalui penerapan protokol kesehatan.
Meski demikian, ia mengatakan, pilkada di 270 daerah ini perlu dievaluasi khususnya mengenai kualitasnya. DPR ingin memastikan kepala daerah yang terpilih legitimit atau sesuai dengan kehendak rakyat.
"Untuk itu usai reses kita akan melakukan evaluasi dengan KPU, Bawaslu dan pihak terkait," pungkasnya.
Sebelumnya survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan tingkat partisipasi warga dalam pilkada di era pandemi covid-19 lebih tinggi dari yang diperkirakan. Sekitar 76% warga yang tinggal di daerah pilkada ikut memilih pada 9 Desember 2020 atau lebih tinggi dari pilkada tanpa pandemi lima tahun lalu (69%).
Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad mengatakan survei nasional ini dilakukan dengan metode wawancara per telepon terhadap 1200 responden yang dipilih secara acak (random) pada 9-12 Desember 2020. Margin of error survei diperkirakan +/-2.9%.
Menurut Saidiman, partisipasi yang tinggi dalam pilkada ini konsisten dengan hasil survei sebelumnya yang menunjukkan bahwa publik tetap ingin punya kepala daerah yang mereka pilih secara langsung meski ada covid-19.
Meski demikian, ia mengatakan, pilkada di 270 daerah ini perlu dievaluasi khususnya mengenai kualitasnya. DPR ingin memastikan kepala daerah yang terpilih legitimit atau sesuai dengan kehendak rakyat.
"Untuk itu usai reses kita akan melakukan evaluasi dengan KPU, Bawaslu dan pihak terkait," pungkasnya.
Sebelumnya survei nasional Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC) menunjukkan tingkat partisipasi warga dalam pilkada di era pandemi covid-19 lebih tinggi dari yang diperkirakan. Sekitar 76% warga yang tinggal di daerah pilkada ikut memilih pada 9 Desember 2020 atau lebih tinggi dari pilkada tanpa pandemi lima tahun lalu (69%).
Manajer Program SMRC, Saidiman Ahmad mengatakan survei nasional ini dilakukan dengan metode wawancara per telepon terhadap 1200 responden yang dipilih secara acak (random) pada 9-12 Desember 2020. Margin of error survei diperkirakan +/-2.9%.
Menurut Saidiman, partisipasi yang tinggi dalam pilkada ini konsisten dengan hasil survei sebelumnya yang menunjukkan bahwa publik tetap ingin punya kepala daerah yang mereka pilih secara langsung meski ada covid-19.
Lihat Juga :