NU Peduli Salurkan Bantuan Alkes Rp25 Miliar ke RS dan Klinik se-Pulau Jawa
Senin, 28 Desember 2020 - 17:36 WIB
loading...
A
A
A
Bantuan berasal dari masyarakat, pihak swasta, Nahdliyin dan secara individu. "Penanganan COVID-19 tidak bisa dilakukan hanya oleh pemerintah, tapi semua pihak salah satunya yang dilakukan NU," katanya.
Hari ini pengiriman bantuan ke rumah sakit, sebagai bukti keistiqamahan NU Peduli. "NU Peduli tidak akan lelah tapi istiqamah. Kepada PBNU kami minta arahan agar semua relawan tetap bekerja sesuai tradisi NU dengan tetap menjaga kesehatan," katanya.
Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan wabah COVID-19 telah memberikan hikmah untuk lebih peka kepada sesama dan menjaga kebersihan lingkungan. Kiai Said mengungkapkan dirinya pernah terkena COVID-19 dan dirawat selama 9 hari, merasakan batuk, tenggorokan kering, dan lelah. (Baca juga: Cegah COVID-19 Jenis Baru, Komisi I DPR Dukung Indonesia Tutup Akses WNA di 2021 )
Ia juga mengutip firman Allah dalam Al-Qur'an bahwa manusia akan diuji dengan kelaparan, kecemasan, penyakit, wabah, dan cobaan lainnya. Ujian ini harus dihadapi dengan sabar dan tegar. "Tanda kesabaran ketika ada ujian seberat apa pun mengucapkan 'Innalillahi waina ilaihi rajiun," katanya.
Kiai Said menyayangkan masih ada sebagian masyarakat tidak patuh dengan protokol kesehatan, bahkan tidak percaya adanya COVID-19. "Bahwa covid-19 atau corona itu ada, korbannya tidak pandang bulu, kiai, pengusaha, orang kaya, bahkan dokternya juga jadi korban, musibah ini tidak pandang bulu," ujarnya.
Hari ini pengiriman bantuan ke rumah sakit, sebagai bukti keistiqamahan NU Peduli. "NU Peduli tidak akan lelah tapi istiqamah. Kepada PBNU kami minta arahan agar semua relawan tetap bekerja sesuai tradisi NU dengan tetap menjaga kesehatan," katanya.
Ketua PBNU KH Said Aqil Siroj menegaskan wabah COVID-19 telah memberikan hikmah untuk lebih peka kepada sesama dan menjaga kebersihan lingkungan. Kiai Said mengungkapkan dirinya pernah terkena COVID-19 dan dirawat selama 9 hari, merasakan batuk, tenggorokan kering, dan lelah. (Baca juga: Cegah COVID-19 Jenis Baru, Komisi I DPR Dukung Indonesia Tutup Akses WNA di 2021 )
Ia juga mengutip firman Allah dalam Al-Qur'an bahwa manusia akan diuji dengan kelaparan, kecemasan, penyakit, wabah, dan cobaan lainnya. Ujian ini harus dihadapi dengan sabar dan tegar. "Tanda kesabaran ketika ada ujian seberat apa pun mengucapkan 'Innalillahi waina ilaihi rajiun," katanya.
Kiai Said menyayangkan masih ada sebagian masyarakat tidak patuh dengan protokol kesehatan, bahkan tidak percaya adanya COVID-19. "Bahwa covid-19 atau corona itu ada, korbannya tidak pandang bulu, kiai, pengusaha, orang kaya, bahkan dokternya juga jadi korban, musibah ini tidak pandang bulu," ujarnya.
Lihat Juga :