Komnas HAM: Banyak Informasi Hoaks saat Penyelidikan Tewasnya 6 Laskar FPI

Senin, 28 Desember 2020 - 12:36 WIB
loading...
Komnas HAM: Banyak Informasi...
Komnas HAM Amuruddin menyebut dalam proses penyelidikan peristiwa tewasnya enam Laskar FPI pihaknya mendapatkan banyak sekali berita bohong atau (hoaks). Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Komisioner Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) Amuruddin menyebut dalam proses penyelidikan peristiwa tewasnya enam Laskar Front Pembela Islam (FPI) pihaknya mendapatkan banyak sekali berita bohong atau (hoaks).

Hoaks tersebut disebarkan oleh orang-orang yang tidak bertanggung jawab. "Selama proses penyelidikan, Komnas HAM mendapatkan beberapa fakta terutama karena tersebar info yang disebarkan oleh banyak orang, sebagian besar itu hoaks," tuturnya dalam konferensi pers, Senin (28/12/2020). (Baca juga: 6 Laskar FPI Tewas Ditembak, Komnas HAM Temukan Proyektil dan Selongsong Peluru di KM 50)

Dia menuturkan, Komnas HAM melihat ada beberapa pihak yang berupaya untuk mencampuradukan antara keterangan yang didaparkan terkair tewasnya Laskar FPI dengan keterangan lain. Dirinya pun berharap agar hoaks-hoaks seperti itu dapat dihentikan. "Kami mengharapkan masyarakat supaya berhati-hati dengan hoaks seperti ini. Karena sampai hari ini Komnas HAM masih dalam proses terus menguji semua keterangan dan bukti, sehingga kami betul-betul bisa menyampaikan peristiwa ini dalam bentuk riilnya," ungkapnya. (Baca juga: Ini Detail Jumlah Proyektil dan Peluru yang Ditemukan Komnas HAM di KM 50)

Bahkan, sambung Amiruddin, pihaknya pun mendapatkan hal-hal yang tidak diinginkan melalui media sosial (Medsos). Dia kembali menekankan agar upaya seperti itu tidak perlu dilakukan. "Belakangan mulai menyerang personal yang disampaikan melalui media sosial. Saya pikir ini perlu dihentikan supaya masyarakat tidak jadi bertambah bingung," katanya.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
Roy Suryo Laporkan Lechumanan...
Roy Suryo Laporkan Lechumanan dan Rismon Sianipar, Ade Darmawan: Berarti Dia Ngajak Perang
Ogah Tanggapi Laporan...
Ogah Tanggapi Laporan Roy Suryo, Rismon: Saya Fokus Bikin Buku Gibran
2 Jam Diperiksa Polda...
2 Jam Diperiksa Polda Metro Jaya, Ketum YLBHI Ditanya soal Pembentukan Tim Investigasi Kasus Andrie Yunus
YLBHI Desak Polda Metro...
YLBHI Desak Polda Metro Jaya Naikkan Status Perkara Andrie Yunus
Berkas Roy Suryo Cs...
Berkas Roy Suryo Cs P21, Polda Metro Diminta Segera Lakukan Pelimpahan Tahap Dua
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Polda Metro: 2 Kasino...
Polda Metro: 2 Kasino Berkedok Timezone Omzetnya Capai Rp2,1 Miliar
Judi Berkedok Game Center...
Judi Berkedok Game Center Digerebek, 69 Orang Ditangkap
Rekomendasi
Lulus PMKNU, Gus Salam...
Lulus PMKNU, Gus Salam Penuhi Syarat Administratif Calon Ketua Umum PBNU
Sejumlah Pengurus PPP...
Sejumlah Pengurus PPP Daerah Dorong Polda Metro Jaya Usut Dugaan Pemalsuan Dokumen
Kisah Yasin Ayari dan...
Kisah Yasin Ayari dan Gol Perdana Swedia di Piala Dunia Setelah 2.893 Hari
Berita Terkini
Jaksa Agung Serahkan...
Jaksa Agung Serahkan Hasil Pemulihan Aset Rp1,22 Triliun ke Purbaya
Pangdivif 2 Kostrad...
Pangdivif 2 Kostrad Mayjen TNI Primadi Pimpin Sertijab Jabatan Strategis, Ini Namanya
Tarian Tradisional Sambut...
Tarian Tradisional Sambut Kedatangan Presiden Jerman Steinmeier di Halim
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Presiden Jerman Steinmeier...
Presiden Jerman Steinmeier Tiba di Indonesia, Berikut Agenda Lengkapnya
Nama Dirjen Bea Cukai...
Nama Dirjen Bea Cukai Disebut di Persidangan, Siapa Layak Jadi Penggantinya?
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved