Crazy Rich Muda Masuk Kabinet, Politikus PKB Sebut Jokowi Terpaksa
Minggu, 27 Desember 2020 - 20:24 WIB
loading...
Ketua DPP PKB Faisol Riza menilai Presiden Jokowi terpaksa memasukan crazy rich muda ke Kabinet Indonesia Maju. FOTO/DOK.dpr.go.id
A
A
A
JAKARTA - Masuknya sejumlah pengusaha muda yang memiliki kekayaan melimpah atau disebut crazy rich menjadi sorotan publik paska reshuffle kabinet yang dilakukan 23 Desember 2020. Sandiaga Uno dan Muhammad Lutfi misalnya, kedua orang ini menambah daftar panjang menteri Jokowi yang berlatar pengusaha kaya yakni, Nadiem Makarim dan Erick Thohir.
Terkait hal ini, Ketua DPP Partai Kebagkitan Bangsa (PKB) Faisol Riza menegaskan bahwa bukan berarti yang tidak crazy rich tidak bisa masuk kabinet. Hanya usaha mereka harus lebih besar ketimbang mereka yang crazy rich. Namun menurutnya, ada yang lebih penting dari itu, yakni bagaimana Jokowi bisa memilih para crazy rich ini.
"Pertanyaan yang harusnya kita sampaikan adalah, benarkah mereka dipilih oleh Pak Jokowi atau kah sebenarnya mereka yang memaksa Pak Jokowi untuk memilih?," kata Faisol dalam diskusi daring Forum Jurnalis Politik (FJP) yang bertajuk "Crazy Rich Masuk Kabinet: Membaca Plutokrasi di Era Jokowi", Minggu (27/12/2020). (Baca juga: Crazy Rich Masuk Kabinet, Jokowi Beri Panggung Capres Potensial 2024 )
Faisol mengakui bahwa pertanyaan ini agak memancing, tetapi dirinya mengajak peserta webinar untuk melihat kembali pada situasi Pilpres 2019. Ada 3 kelompok yang mendukung Jokowi, partai politik (parpol) pendukung yang memiliki tiket pilpres, para relawan yang sudah bekerja banyak dan banyak yang gigit jari karena sudah diabaikan, dan para pengusaha yang kebanyakan pengusaha muda, di mana mereka berperan membantu Jokowi untuk menjadi presiden.
"Kelihatannya ini, tentu saja sebagai pengecualian, Sandi dan mungkin sebagian Lutfi (bagian dari kompetitor pilpres dan eksternal)," katanya.
Terkait hal ini, Ketua DPP Partai Kebagkitan Bangsa (PKB) Faisol Riza menegaskan bahwa bukan berarti yang tidak crazy rich tidak bisa masuk kabinet. Hanya usaha mereka harus lebih besar ketimbang mereka yang crazy rich. Namun menurutnya, ada yang lebih penting dari itu, yakni bagaimana Jokowi bisa memilih para crazy rich ini.
"Pertanyaan yang harusnya kita sampaikan adalah, benarkah mereka dipilih oleh Pak Jokowi atau kah sebenarnya mereka yang memaksa Pak Jokowi untuk memilih?," kata Faisol dalam diskusi daring Forum Jurnalis Politik (FJP) yang bertajuk "Crazy Rich Masuk Kabinet: Membaca Plutokrasi di Era Jokowi", Minggu (27/12/2020). (Baca juga: Crazy Rich Masuk Kabinet, Jokowi Beri Panggung Capres Potensial 2024 )
Faisol mengakui bahwa pertanyaan ini agak memancing, tetapi dirinya mengajak peserta webinar untuk melihat kembali pada situasi Pilpres 2019. Ada 3 kelompok yang mendukung Jokowi, partai politik (parpol) pendukung yang memiliki tiket pilpres, para relawan yang sudah bekerja banyak dan banyak yang gigit jari karena sudah diabaikan, dan para pengusaha yang kebanyakan pengusaha muda, di mana mereka berperan membantu Jokowi untuk menjadi presiden.
"Kelihatannya ini, tentu saja sebagai pengecualian, Sandi dan mungkin sebagian Lutfi (bagian dari kompetitor pilpres dan eksternal)," katanya.