Insiden Besar jika Benar Orang Jerman yang Datangi Markas FPI Ternyata Intelijen
Minggu, 27 Desember 2020 - 13:12 WIB
loading...
A
A
A
"Kemlu tidak seharusnya menerima alasan Dubes ad interim secara naif. Kemlu harus melakukan protes keras bila perlu Dubes Jerman diusir (persona non grata) dari Indonesia. Kemlu di bawah pemerintahan Jokowi jangan sampai dipersepsi oleh publik tidak setegas ketika Kemlu berada di bawah pemerintahan SBY," tegas Hikmahanto yang juga Rektor Universitas Jenderal A. Yani itu.
(Baca juga : Jepang Larang Masuk Warga Asing setelah Varian Baru Covid-19 Tiba )
Menurutnya, saat era pemerintahan SBY, ketika mata-mata Australia diduga melakukan penyadapan para pejabat tinggi, SBY memanggil pulang Dubes Indonesia untuk Australia dan membekukan sejumlah kerja sama Indonesia Australia. Ketegasan Kemlu perlu dilakukan untuk menunjukkan bahwa Indonesia tidak akan pernah berkompromi dengan tindakan mata-mata oleh negara asing yang terkuak.
(Baca juga: Diplomat Jerman Datangi Markas FPI, Kemlu Indonesia Protes ).
Hal ini juga menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia akan menolak campur tangan negara lain dalam urusan domestik Indonesia. "Bagi masyarakat Indonesia, kewaspadaan perlu ditingkatkan agar bangsa ini tidak mudah diadu domba dan terbelah oleh tangan-tangan asing," pungkasnya.
(Baca juga : Jepang Larang Masuk Warga Asing setelah Varian Baru Covid-19 Tiba )
Menurutnya, saat era pemerintahan SBY, ketika mata-mata Australia diduga melakukan penyadapan para pejabat tinggi, SBY memanggil pulang Dubes Indonesia untuk Australia dan membekukan sejumlah kerja sama Indonesia Australia. Ketegasan Kemlu perlu dilakukan untuk menunjukkan bahwa Indonesia tidak akan pernah berkompromi dengan tindakan mata-mata oleh negara asing yang terkuak.
(Baca juga: Diplomat Jerman Datangi Markas FPI, Kemlu Indonesia Protes ).
Hal ini juga menunjukkan bahwa pemerintah Indonesia akan menolak campur tangan negara lain dalam urusan domestik Indonesia. "Bagi masyarakat Indonesia, kewaspadaan perlu ditingkatkan agar bangsa ini tidak mudah diadu domba dan terbelah oleh tangan-tangan asing," pungkasnya.
(zik)
Lihat Juga :