Mahfud MD Bilang Penguasaan Ratusan Ribu Hektare HGU Gila, Pengamat: Apa Solusinya?
Sabtu, 26 Desember 2020 - 09:33 WIB
loading...
Direktur Eksekutif IPR, Ujang Komarudin menilai penguasaan ribuan hektare lahan oleh segelintir sebagaimana diungkapkan Menko Polhukam, Mahfud MD adalah bukan hal baru dan aneh. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Indonesia Political Review (IPR), Ujang Komarudin menilai penguasaan ribuan hektare lahan oleh segelintir sebagaimana diungkapkan Menteri Koordinator bidang Politik dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD adalah bukan hal baru dan aneh.
(Baca juga : Sumber Uang, Haas Ogah Depak Pembalap Rusia Pelaku Pelecehan )
"Jika penguasaan ratusan hektare hak guna usaha (HGU) dikuasai kelompok-kelompok tertentu. Itu memang benar adanya. Gila memang. Segila pihak-pihak yang kongkalingkong dalam penguasaan aset negara tersebut," ujar Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Sabtu (26/12/2020). (Baca juga: Mahfud MD Dapat Data Penguasa Ratusan Ribu Hektare Tanah HGU: Ini Gila!)
Ujang berpendapat jika tak ada pat-gulipat dan tak ada hanky panky maka kasus tersebut tak akan terjadi. "Tanpa dibuka Mahfud MD pun, kasus tersebut sudah banyak dipublish oleh akun-akun lain. Yang penting itu apa solusinya. Apa untungnya buat rakyat," ujar Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) ini.
(Baca juga : Ratu Inggris Rayakan Natal Tanpa Kehadiran Anak dan Cucu )
(Baca juga : Sumber Uang, Haas Ogah Depak Pembalap Rusia Pelaku Pelecehan )
"Jika penguasaan ratusan hektare hak guna usaha (HGU) dikuasai kelompok-kelompok tertentu. Itu memang benar adanya. Gila memang. Segila pihak-pihak yang kongkalingkong dalam penguasaan aset negara tersebut," ujar Ujang Komarudin kepada SINDOnews, Sabtu (26/12/2020). (Baca juga: Mahfud MD Dapat Data Penguasa Ratusan Ribu Hektare Tanah HGU: Ini Gila!)
Ujang berpendapat jika tak ada pat-gulipat dan tak ada hanky panky maka kasus tersebut tak akan terjadi. "Tanpa dibuka Mahfud MD pun, kasus tersebut sudah banyak dipublish oleh akun-akun lain. Yang penting itu apa solusinya. Apa untungnya buat rakyat," ujar Pengamat Politik dari Universitas Al Azhar Indonesia (UAI) ini.
(Baca juga : Ratu Inggris Rayakan Natal Tanpa Kehadiran Anak dan Cucu )
Lihat Juga :