Bursa Calon Kapolri Pengganti Idham, Tiga Sosok Ini Dinilai Punya Peluang
Kamis, 24 Desember 2020 - 19:45 WIB
loading...
Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia. Foto/dok Kompolnas
A
A
A
JAKARTA - Sejumlah Jenderal Bintang Tiga di institusi Bhayangkara akan melanjutkan estafet kepemimpinan Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis yang akan memasuki masa pensiun.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane memprediksi Istana akan melirik dua calon Kapolri berdasarkan rekomendasi dua institusi, yaitu Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi Polri (Wanjakti).
(Baca juga : Lagi, Polisi AS Tembak Mati Pria Kulit Hitam Tak Bersenjata )
Dia berharap proses pencalonan Kapolri saat ini mengikuti prosedur baku. “Tahun lalu tidak melalui proses Wanjakti. Nama Idham Azis diperoleh Presiden hanya melalui usulan Kompolnas," katanya dalam keterangannya, Kamis (24/12/2020).
Dalam menilai calon Kapolri, Neta melihat ada tiga poin penting yang harus diperhatikan Istana. Pertama, sejauh mana loyalitas dan kedekatan sang calon dengan Presiden Jokowi. Kedua, calon Kapolri pengganti Idham Azis harus bisa mengkonsolidasikan internal kepolisian.
(Baca juga : Markaz Syariah FPI Digugat PTPN, Marzuki Alie Kirim Pesan Tegas ke Mahfud MD )
“Khususnya, jam terbang yang dimiliki, kapasitas dan kapabilitasnya yang bisa diterima senior maupun junior di tubuh Polri, dan kualitas kepemimpinan yang mampu menyelesaikan masalah di internal ataupun eksternal kepolisian,” tuturnya. (Baca juga: Belum Terima Surat soal Calon Kapolri, DPR: Akan Dikirim Januari 2021 )
Ketiga, sejauh mana figur calon Kapolri tidak memiliki kerentanan masalah, terutama masalah yang bisa menjadi polemik di masyarakat pada saat ini maupun mendatang.
"Ketiga kriteria ini menjadi bahasan serius dalam menentukan dan memilih calon Kapolri pasca Idham Azis. Sebab masalah Polri ke depan tidak lagi sekadar menghadapi para kriminal dan ancaman keamanan zaman old," tuturnya.(Baca juga: IPNU Berharap Calon Kapolri Peduli Terhadap Radikalisme di Kalangan Pelajar)
Menurut Neta,pada pertengahan Januari 2021 nanti, paling tidak Istana telah mengantongi para kandidat dan sudah dikirim ke Komisi III DPR untuk mengikuti uji kepatutan. “Minimal 20 hari sebelum Kapolri Idham Azis pensiun nama calon penggantinya sudah bisa diproses," katanya.
Informasi yang beredar di media, Wanjakti tengah menggodok 10 nama perwira tinggi dengan pangkat Komjen sebagai calon kandidat Kapolri. Enam orang di antaranya merupakan komjen di internal Polri dan empat lainnya bertugas di luar struktur Polri.
Ketua Presidium Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane memprediksi Istana akan melirik dua calon Kapolri berdasarkan rekomendasi dua institusi, yaitu Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) dan Dewan Kepangkatan dan Jabatan Tinggi Polri (Wanjakti).
(Baca juga : Lagi, Polisi AS Tembak Mati Pria Kulit Hitam Tak Bersenjata )
Dia berharap proses pencalonan Kapolri saat ini mengikuti prosedur baku. “Tahun lalu tidak melalui proses Wanjakti. Nama Idham Azis diperoleh Presiden hanya melalui usulan Kompolnas," katanya dalam keterangannya, Kamis (24/12/2020).
Dalam menilai calon Kapolri, Neta melihat ada tiga poin penting yang harus diperhatikan Istana. Pertama, sejauh mana loyalitas dan kedekatan sang calon dengan Presiden Jokowi. Kedua, calon Kapolri pengganti Idham Azis harus bisa mengkonsolidasikan internal kepolisian.
(Baca juga : Markaz Syariah FPI Digugat PTPN, Marzuki Alie Kirim Pesan Tegas ke Mahfud MD )
“Khususnya, jam terbang yang dimiliki, kapasitas dan kapabilitasnya yang bisa diterima senior maupun junior di tubuh Polri, dan kualitas kepemimpinan yang mampu menyelesaikan masalah di internal ataupun eksternal kepolisian,” tuturnya. (Baca juga: Belum Terima Surat soal Calon Kapolri, DPR: Akan Dikirim Januari 2021 )
Ketiga, sejauh mana figur calon Kapolri tidak memiliki kerentanan masalah, terutama masalah yang bisa menjadi polemik di masyarakat pada saat ini maupun mendatang.
"Ketiga kriteria ini menjadi bahasan serius dalam menentukan dan memilih calon Kapolri pasca Idham Azis. Sebab masalah Polri ke depan tidak lagi sekadar menghadapi para kriminal dan ancaman keamanan zaman old," tuturnya.(Baca juga: IPNU Berharap Calon Kapolri Peduli Terhadap Radikalisme di Kalangan Pelajar)
Menurut Neta,pada pertengahan Januari 2021 nanti, paling tidak Istana telah mengantongi para kandidat dan sudah dikirim ke Komisi III DPR untuk mengikuti uji kepatutan. “Minimal 20 hari sebelum Kapolri Idham Azis pensiun nama calon penggantinya sudah bisa diproses," katanya.
Informasi yang beredar di media, Wanjakti tengah menggodok 10 nama perwira tinggi dengan pangkat Komjen sebagai calon kandidat Kapolri. Enam orang di antaranya merupakan komjen di internal Polri dan empat lainnya bertugas di luar struktur Polri.
Lihat Juga :