Pengamat Ini Sebut Menteri dan Wamen Harus Bisa Jadi Penyambung Lidah Jokowi
Rabu, 23 Desember 2020 - 14:12 WIB
loading...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat melantik enam menteri dan lima wakil menteri baru Kabinet Indonesia Maju, Rabu (23/12/2020). Foto/Setpres
A
A
A
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah melantik enam menteri dan lima wakil menteri baru Kabinet Indonesia Maju . Para pembantu presiden yang baru diharapkan bisa memperbaiki performa pemerintah yang tersisa empat tahun tersebut.
Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (Sudra) Fadhli Harahab menyatakan, tak ada waktu bagi anggota kabinet untuk bersantai-santai, mengingat pekerjaan rumah tengah menanti mereka.
(Baca Juga : Enam Menteri Baru Siap Tancap Gas )
"Kalau dari komposisi menteri dan wakil menteri yang dilantik Presiden hari ini agaknya memberi napas perubahan. Tapi kita juga harus terus mengingatkan mereka bahwa ekspektasi publik begitu besar. Jadi menteri dan wakilnya harus sadar posisi," ujar Fadhli saat dihubungi SINDOnews, Rabu (23/12/2020).
Menurut Fadhli, kini tugas telah menanti di pundak para anggota kabinet tersebut. Ia setuju dengan apa yang disampaikan Jokowi sehari sebelum mengumumkan anggota kabinetnya itu yakni yang baru harus lebih baik, dan menjadikan peristiwa yang lalu sebagai pelajaran bagi yang baru.
Direktur Eksekutif Sudut Demokrasi Research and Analysis (Sudra) Fadhli Harahab menyatakan, tak ada waktu bagi anggota kabinet untuk bersantai-santai, mengingat pekerjaan rumah tengah menanti mereka.
(Baca Juga : Enam Menteri Baru Siap Tancap Gas )
"Kalau dari komposisi menteri dan wakil menteri yang dilantik Presiden hari ini agaknya memberi napas perubahan. Tapi kita juga harus terus mengingatkan mereka bahwa ekspektasi publik begitu besar. Jadi menteri dan wakilnya harus sadar posisi," ujar Fadhli saat dihubungi SINDOnews, Rabu (23/12/2020).
Menurut Fadhli, kini tugas telah menanti di pundak para anggota kabinet tersebut. Ia setuju dengan apa yang disampaikan Jokowi sehari sebelum mengumumkan anggota kabinetnya itu yakni yang baru harus lebih baik, dan menjadikan peristiwa yang lalu sebagai pelajaran bagi yang baru.
Lihat Juga :