N219, Simbol Optimisme Kemandirian Dirgantara Indonesia
Rabu, 23 Desember 2020 - 05:10 WIB
loading...
A
A
A
Hal ini membuat LAPAN dan PTDI terpaksa melakukan uji kualifikasi ulang terhadap sebagian besar komponen COTS yang fasilitas ujinya hanya ada di luar negeri, dan hal ini menyebabkan pembengkakan biaya dan waktu pelaksanaan. Munculnya tambahan biaya yang tidak diperkirakan pada awalnya, memaksa pemerintah turun tangan dengan menyuntik anggaran khususnya melalui skema BA-BUN (Bagian Anggaran Bendahara Umum Negara) sebanyak 2 kali (2015, 2018).
Hal ini membuktikan keseriusan pemerintah dengan harapan proyek ini bisa berhasil dan bermanfaat bagi terselenggaranya konektivitas wilayah terpencil di Indonesia. Koordinasi pemerintah dari sisi perencanaan dan pengelolaan anggaran, monitoring dan evaluasi program, serta pengawasan yang intensif menghasilkan alur proses pengembangan pesawat N219 terasa mulus. Segala hal terkait kendala dapat diselesaikan dengan tepat dan cepat.
Upaya kerja keras pemerintah dengan melahirkan produk pesawat baru akan memberikan peluang kepada industri turunannya di dalam negeri, yaitu industri engineering, manufaktur komponen, jasa perawatan, airline, sekolah pilot, sekolah vokasi kedirgantaraan, dan kebandarudaraan. Dampaknya sangat terasa, pada 2016 lahirlah INACOM yang terdiri atas kelompok industri dalam negeri yang menyuplai komponen pesawat, dan IAEC yang mengisi sektor jasa desain dan engineering pesawat. Juga IAMSA bersiap membangun jaringan perbaikan dan perawatan pesawat N219 di daerah. Potensi ekonomi langsung dan tidak langsung akan sangat besar dirasakan nantinya, baik dari sisi ekonomi daerah maupun secara makro.
Perolehan sertifikasi tipe N219 ini merupakan capaian besar dalam meraih optimisme kebangkitan teknologi dirgantara Indonesia. Menginspirasi banyak komponen bangsa bahwa membangun produk yang sangat tinggi standar keamanan dan teknologinya, bisa dilakukan dengan kerja keras, kerja kolaboratif, kerja kontinu disertai doa dan sinergi antarelemen bangsa. Selamat, bahwa Indonesia bisa.
Hal ini membuktikan keseriusan pemerintah dengan harapan proyek ini bisa berhasil dan bermanfaat bagi terselenggaranya konektivitas wilayah terpencil di Indonesia. Koordinasi pemerintah dari sisi perencanaan dan pengelolaan anggaran, monitoring dan evaluasi program, serta pengawasan yang intensif menghasilkan alur proses pengembangan pesawat N219 terasa mulus. Segala hal terkait kendala dapat diselesaikan dengan tepat dan cepat.
Upaya kerja keras pemerintah dengan melahirkan produk pesawat baru akan memberikan peluang kepada industri turunannya di dalam negeri, yaitu industri engineering, manufaktur komponen, jasa perawatan, airline, sekolah pilot, sekolah vokasi kedirgantaraan, dan kebandarudaraan. Dampaknya sangat terasa, pada 2016 lahirlah INACOM yang terdiri atas kelompok industri dalam negeri yang menyuplai komponen pesawat, dan IAEC yang mengisi sektor jasa desain dan engineering pesawat. Juga IAMSA bersiap membangun jaringan perbaikan dan perawatan pesawat N219 di daerah. Potensi ekonomi langsung dan tidak langsung akan sangat besar dirasakan nantinya, baik dari sisi ekonomi daerah maupun secara makro.
Perolehan sertifikasi tipe N219 ini merupakan capaian besar dalam meraih optimisme kebangkitan teknologi dirgantara Indonesia. Menginspirasi banyak komponen bangsa bahwa membangun produk yang sangat tinggi standar keamanan dan teknologinya, bisa dilakukan dengan kerja keras, kerja kolaboratif, kerja kontinu disertai doa dan sinergi antarelemen bangsa. Selamat, bahwa Indonesia bisa.
(bmm)
Lihat Juga :