Reshuffle Kabinet, Pengamat: Jokowi Harus Merasa Nyaman dengan Menterinya
Selasa, 22 Desember 2020 - 15:28 WIB
loading...
A
A
A
"Benar itu kalau udah dapet SK (surat keputusan) ya, menurut saya santai aja sih menanggapi hal-hal itu. Yang jelas, pasti salah satu halnya ya Jokowi merasa nyaman kerja sama dia," kata pria yang akran disapa Hensat kepada SINDOnews, Selasa (22/12/2020).
Saat ditanya masa depan kabinet bersama orang-orang itu, Hensat mengingatkan, seharusnya Jokowi memilih orang-orang yang bisa bekerja dalam situasi pandemi ataupun pascapandemi. Sehingga, menteri Jokowi bisa bekerja maksimal dalam segala situasi tanpa harus sering melakukan reshuffle kabinet .
"Harusnya makannya dari kemarin aku sudah bilang Pak Jokowi pilih juga menteri-menteri yang bisa kerja dalam masa pandemi dan pascapandemi. Jadinya enggak usah ada reshuffle lagi sampai 2024, segera selesai itu," ujarnya.
Menurut Doktor Research in Management ini, Jokowi sudah kehilangan satu tahun akibat pandemi Covid-19 ini. Sehingga, Jokowi perlu memilih orang-orang terbaik yang bisa bekerja di segala situasi, baik pandemi atau pascapandemi.
"Ini kan kehilangan satu tahun Pak Jokowi ini, mestinya sih dengan dipilih orang-orang yang bisa bekerja dalam pandemi maupun pascapandemi. Bisa lebih cepat dilakukan pembangunan," pungkasnya.
Saat ditanya masa depan kabinet bersama orang-orang itu, Hensat mengingatkan, seharusnya Jokowi memilih orang-orang yang bisa bekerja dalam situasi pandemi ataupun pascapandemi. Sehingga, menteri Jokowi bisa bekerja maksimal dalam segala situasi tanpa harus sering melakukan reshuffle kabinet .
"Harusnya makannya dari kemarin aku sudah bilang Pak Jokowi pilih juga menteri-menteri yang bisa kerja dalam masa pandemi dan pascapandemi. Jadinya enggak usah ada reshuffle lagi sampai 2024, segera selesai itu," ujarnya.
Menurut Doktor Research in Management ini, Jokowi sudah kehilangan satu tahun akibat pandemi Covid-19 ini. Sehingga, Jokowi perlu memilih orang-orang terbaik yang bisa bekerja di segala situasi, baik pandemi atau pascapandemi.
"Ini kan kehilangan satu tahun Pak Jokowi ini, mestinya sih dengan dipilih orang-orang yang bisa bekerja dalam pandemi maupun pascapandemi. Bisa lebih cepat dilakukan pembangunan," pungkasnya.
(maf)