Baik Tidaknya Anggota Kabinet Bukan Tergantung Hari Apa Mereka Dilantik
Selasa, 22 Desember 2020 - 13:51 WIB
loading...
Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menyarankan Presiden Jokowi tidak perlu mematok pengangkatan atau reshuffle kabinet pada hari Rabu atau hari-hari tertentu. Ilustrasi/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Direktur Eksekutif Lingkar Madani untuk Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti menyarankan Presiden Jokowi tidak perlu mematok pengangkatan atau reshuffle kabinet pada hari Rabu atau hari-hari tertentu. Menurutnya, baik tidaknya anggota kabinet bukan pada hari apa mereka dilantik.
"Oleh karena itu, tanggal atau hari tidak perlu menjadi pertimbangan khusus dalam hal me-reshuffle kabinet. Presiden sudah berulang kali me-reshuffle kabinet pada waktu-waktu tertentu, tapi hasilnya tidak selalu seperti yang diharapkan," ujar Ray saat dihubungi SINDOnews, Selasa (22/12/2020).
Diketahui, beredar kabar reshuffle Kabinet Indonesia Maju akan dilakukan Rabu, 23 Desember 2020. Terdahulu, Presiden Jokowi melakukan reshuffle pada hari Rabu.
(Baca juga: Ternyata Kak Seto Pernah Ditawari Jadi Menteri, Begini Pengakuannya ).
Pada Rabu 12 Agustus 2015, Jokowi mengganti dan merotasi sejumlah menteri yakni Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Indroyono Soesilo, Menteri Perdagangan Rachmad Gobel, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago.
(Baca juga: Istana Yakin Jokowi Tak Didikte Parpol Lakukan Reshuffle ).
Pada Rabu 27 Juli 2016, Jokowi kembali melakukan reshuffle pada posisi Menko Polhukam, Menko Kemaritiman dan Sumber Daya, Menteri Keuangan, Menteri ESDM, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Perhubungan, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional.
"Oleh karena itu, tanggal atau hari tidak perlu menjadi pertimbangan khusus dalam hal me-reshuffle kabinet. Presiden sudah berulang kali me-reshuffle kabinet pada waktu-waktu tertentu, tapi hasilnya tidak selalu seperti yang diharapkan," ujar Ray saat dihubungi SINDOnews, Selasa (22/12/2020).
Diketahui, beredar kabar reshuffle Kabinet Indonesia Maju akan dilakukan Rabu, 23 Desember 2020. Terdahulu, Presiden Jokowi melakukan reshuffle pada hari Rabu.
(Baca juga: Ternyata Kak Seto Pernah Ditawari Jadi Menteri, Begini Pengakuannya ).
Pada Rabu 12 Agustus 2015, Jokowi mengganti dan merotasi sejumlah menteri yakni Menko Polhukam Tedjo Edhy Purdijatno, Menko Perekonomian Sofyan Djalil, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Indroyono Soesilo, Menteri Perdagangan Rachmad Gobel, dan Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Andrinof Chaniago.
(Baca juga: Istana Yakin Jokowi Tak Didikte Parpol Lakukan Reshuffle ).
Pada Rabu 27 Juli 2016, Jokowi kembali melakukan reshuffle pada posisi Menko Polhukam, Menko Kemaritiman dan Sumber Daya, Menteri Keuangan, Menteri ESDM, Menteri Perindustrian, Menteri Perdagangan, Menteri Perhubungan, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi, Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional, serta Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional.