Sejumlah Nama Ini Terimbas Reshuffle, Pengamat: Dugaan Publik Meleset

Senin, 21 Desember 2020 - 18:07 WIB
loading...
Sejumlah Nama Ini Terimbas...
Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan jika memang benar apa yang diberitakan dan diprediksikan media maka dugaan publik selama ini meleset. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Sejumlah pos menteri diprediksi akan terimbas kocok ulang atau reshuffle dan sejumlah nama juga diisukan akan menempati pos menteri tersebut. Di antaranya, Menteri Sosial ( Mensos ) yang akan diisi Wali Kota Surabaya Tri Rismaharini, Wakil Menteri Pertahanan (Wamenhan) Wahyu Sakti Trenggono menjadi Menteri Kelautan dan Perikanan ( KKP ).

Kemudian, Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi akan digantikan Khatib Aam PBNU Yahya Staquf, Menteri Kesehatan (Menkes) Terawan Agus Putranto diganti Wamen BUMN Budi Gunadi Sadikin atau Kepala BKKBN Hasto Wardoyo, Menteri Perdagangan (Mendag) Agus Suparmanto yang merupakan kader PKB diganti Wamenlu Mahendra Siregar, serta sejumlah pos dan nama lainnya juga beredar. (Baca juga: Reshuffle Bisa Alihkan Sementara Isu Penembakan Enam Laskar FPI)

Menanggapi hal itu, Pengamat Politik dari UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Adi Prayitno mengatakan jika memang benar apa yang diberitakan dan diprediksikan media maka dugaan publik selama ini meleset. Selama ini, publik menduga bahwa yang akan terimbas reshuffle adalah menteri yang berkaitan erat dengan penanganan pandemi COVID-19 dan dampaknya yakni, kesehatan, ekonomi, ketenagakerjaan dan pendidikan.

“Kan itu yang sangat kelihatan dampaknya, carut-marut, silang sengketa, termasuk pada dampak ekonomi, tim ekonomi secara keseluruhan ya. Kan tim ekonomi di sekitar presiden ada banyak kementerian-kementerian terkait, bukan hanya satu menteri, itu kan tidak perform. Orang kok melihatnya itu luput dari reshuffle, misalnya gitu ya,” ujar Adi saat dihubungi SINDOnews, Senin (21/12/2020).

Soal tenaga kerja, papar Adi, ada banyak orang menganggur, orang makin banyak yang kesulitan mencari kerja, bahkan banyak pelarungan ABK WNI yang sempat menjadi viral. Lalu Kementerian Pendidikan menjadi sorotan karena dinilai kurang sensitif dan tidak paham dalam merekayasa bagaimana sekolah daring diterapkan, bagaimana internet terhambat, model kurikulumnya masih manual, tidak ada adaptasi dan lain sebagainya. (Baca juga: Wacana Reshuffle Kabinet Rabu, Waketum Gerindra Sebut Bisa Injury Time)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Presiden Israel Ingin...
Presiden Israel Ingin Berdamai dengan Arab Saudi: Saya Menghormati Mohammed bin Salman
Tingkatkan Pelayanan,...
Tingkatkan Pelayanan, Astamaops Kapolri Dorong Transformasi Hotline 110 dan Command Center
Trump Geram pada Netanyahu...
Trump Geram pada Netanyahu karena Kritik Rencana AS Jual Jet Tempur Siluman F-35 ke Turki
Berita Terkini
Nanik S Deyang Absen...
Nanik S Deyang Absen Hadiri Rapat Laporan Keuangan BGN di Komisi IX DPR
Kadar Emas Batangan...
Kadar Emas Batangan yang Ditemukan di Rumah Febrie Adriansyah 23 Karat
Koalisi Advokat Serahkan...
Koalisi Advokat Serahkan Draft RUU Advokat kepada Pemerintah
Don Ritto Dilimpahkan...
Don Ritto Dilimpahkan ke Kejagung, Polisi Serahkan Barang Bukti Kasus Korupsi dan TPPU
Brigjen Pol Irhamni:...
Brigjen Pol Irhamni: Kolaborasi Aparat Penegak Hukum Jadi Kunci Jerat Mafia Lingkungan
Laporan Gratifikasi...
Laporan Gratifikasi Menhut Raja Juli Ditolak, KPK Ungkap Alasannya
Infografis
Pemprov DKI Jakarta...
Pemprov DKI Jakarta Bakal Bangun 11 Rusun Baru, Ini Lokasinya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved