Partai Pro Pemerintah Diminta Pertahankan Koalisi di Pilpres 2024
Jum'at, 18 Desember 2020 - 14:07 WIB
loading...
A
A
A
Mengenai dua skenario luar biasa partai politik di Pilpres 2024 yang diungkap Qodari, Adi melihat opsi Prabowo berkoalisi dengan PDIP pada Pilpres 2024 jauh lebih memungkinkan karena peluang koalisi Gerindra dan PDIP masih ada.
Diketahui, M Qodari sempat menjelaskan kemungkinan dua skenario luar biasa menjelang Pilpres 2024. Pertama, berduetnya Joko Widodo dengan Prabowo Subianto. Jokowi memiliki kemungkinan menjabat sebagai presiden dalam tiga periode bersama Prabowo melalui amendemen UUD 45. Kedua, Prabowo maju sebagai calon presiden dengan wakilnya berasal dari PDIP.
“Kemungkinan opsi yang kedua, kalau Gerindra dan PDIP ya cukup mungkin karena lagi mesra-mesranya. Tapi untuk opsi pertama ya sudahlah enggak usah. Selain memang harus amandemen UUD 1945, mengubah regulasi, ini sudah lah Jokowi cukup 2 periode,” kata Adi. (Baca juga: Duet Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil Berpeluang di Pilpres 2024, Ini Syaratnya)
Wacana soal tiga periode masa jabatan presiden, menurut Adi, hal itu seharusnya tidak muncul ke permukaan karena tidak bagus dalam tatanan demokrasi di Indonesia. “Cukup dua periode, enggak perlu nambah, enggak bagus buat demokrasi, demokrasi kita kan sudah bagus sirkulasinya, nah tapi kalau yang kedua itu sangat mungkin terjadi, kan belum pernah terjadi, sangat mungkin koalsi Gerindra dan PDIP,” pungkas Adi.
Diketahui, M Qodari sempat menjelaskan kemungkinan dua skenario luar biasa menjelang Pilpres 2024. Pertama, berduetnya Joko Widodo dengan Prabowo Subianto. Jokowi memiliki kemungkinan menjabat sebagai presiden dalam tiga periode bersama Prabowo melalui amendemen UUD 45. Kedua, Prabowo maju sebagai calon presiden dengan wakilnya berasal dari PDIP.
“Kemungkinan opsi yang kedua, kalau Gerindra dan PDIP ya cukup mungkin karena lagi mesra-mesranya. Tapi untuk opsi pertama ya sudahlah enggak usah. Selain memang harus amandemen UUD 1945, mengubah regulasi, ini sudah lah Jokowi cukup 2 periode,” kata Adi. (Baca juga: Duet Ganjar Pranowo-Ridwan Kamil Berpeluang di Pilpres 2024, Ini Syaratnya)
Wacana soal tiga periode masa jabatan presiden, menurut Adi, hal itu seharusnya tidak muncul ke permukaan karena tidak bagus dalam tatanan demokrasi di Indonesia. “Cukup dua periode, enggak perlu nambah, enggak bagus buat demokrasi, demokrasi kita kan sudah bagus sirkulasinya, nah tapi kalau yang kedua itu sangat mungkin terjadi, kan belum pernah terjadi, sangat mungkin koalsi Gerindra dan PDIP,” pungkas Adi.
(kri)
Lihat Juga :