Partisipasi Perempuan untuk Pertumbuhan Ekonomi

Sabtu, 19 Desember 2020 - 06:00 WIB
loading...
A A A
"Saya melihat sudah ada pergeseran pemikiran yang luar biasa ini dari anak-anak muda. Sekarang mengasuh anak dilakukan oleh ibu dan ayah, begitu juga dalam urusan bekerja," ungkapnya.

Kini giliran negara dan perusahaan yang mendukung perempuan di tempat kerja untuk mendapatkan fasilitas yang sesuai agar dapat menjalankan fungsi reproduksinya dengan baik dan seimbang dengan peran mereka di publik seperti ruang laktasi hingga penitipan anak.

Kemen-PPA sudah berdiskusi dengan Kementerian Keuangan mengenai tempat penitipan anak di perkantoran. Namun, menurut Agustina, harus ada survei lebih lanjut mengenai ini. Kini pekerja milenial usia 30-40 tahun mulai punya anak. "Diperlukan survei apakah tempat penitipan anak sebaiknya di kantor atau di tempat tinggal. Karena banyak pekerja perkantoran di Jakarta tinggal di wilayah Bodetabek, tidak memungkinkan membawa anak mereka menggunakan transportasi umum," jelasnya. (Baca juga: Capek Minus Terus, Sri Mulyani Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 0% di Kuartal IV )

Penitipan anak yang berkualitas bisa dibangun dekat permukiman masyarakat. Dia menegaskan, mungkin saja nanti ada kebijakan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan (Kemen-PUPR) mengenai aturan di setiap permukiman masyarakat. Misalnya di kompleks perumahan harus ada salah satu fasilitas umum, yakni penitipan anak.

Anggota Dewan Pembina IBCWE (Indonesia Business Coalition For Women Empowerment) Shinta Kamdani mengungkapkan pentingnya kesetaraan gender di dunia kerja yang merupakan salah satu langkah untuk memperkecil celah ketidaksetaraan gender. "Hal itu dapat diwujudkan salah satunya dengan menjadikan beberapa indikator kesetaraan gender di dunia kerja sebagai bagian dalam standar sustainability report atau laporan keberlanjutan," ujar Shinta.

Dalam kurun 12 tahun, Indonesia berhasil mempersempit kesenjangan gender sebesar 8%, terutama di bidang pendidikan dan kesehatan. "Namun kesenjangan masih besar dalam partisipasi dan kesempatan ekonomi serta pemberdayaan politik, juga masih menjadi faktor utama yang menghambat kemajuan Indonesia dalam mencapai kesetaraan gender," lanjutnya.

Kesetaraan gender juga masuk dalam target pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) 2030 yang tercantum dalam poin nomor 5. Untuk itu SDGs mendorong dan menekankan peningkatan pemasukan poin kesetaraan gender untuk dapat memacu fokus perkembangannya oleh semua lini yang berkaitan. (Baca juga: Masih Berat, Pertumbuhan Ekonomi Diprediksi -2,4% di 2020 )
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Qodari: Stimulus Tarif...
Qodari: Stimulus Tarif Transportasi Dikucurkan saat Libur Sekolah dan Nataru
Pertumbuhan 5,6%, tetapi...
Pertumbuhan 5,6%, tetapi Mengapa Investor Masih Gelisah?
Membangun Ekosistem...
Membangun Ekosistem Haji Masa Depan: Ramah Perempuan, Lansia, Difabel dan Lingkungan
PKS Tekankan Peran Perempuan...
PKS Tekankan Peran Perempuan dalam Penguatan Ekonomi Keluarga dan Nasional
Pendampingan PNM Mekaar...
Pendampingan PNM Mekaar Antar Perempuan UMKM Raih Prestasi Nasional
Pertumbuhan yang Berdampak
Pertumbuhan yang Berdampak
Beban Berat Kelas Menengah...
Beban Berat Kelas Menengah di Tengah Kenaikan Pertamax jadi Rp16.250/Liter
Purbaya Targetkan Ekonomi...
Purbaya Targetkan Ekonomi Indonesia Tumbuh 6,5% di 2027
Program Perempuan Berdaya...
Program Perempuan Berdaya Sandiaga Uno, Peserta Raup Pesanan Jutaan Rupiah
Rekomendasi
Kembangkan Agroforestri,...
Kembangkan Agroforestri, MANU Perkuat Hilirisasi Hasil Hutan di Jatim
Cara Seru Nonton Beragam...
Cara Seru Nonton Beragam Microdrama di V+Short, Bikin Ketagihan!
Kawasaki Bikin Skutik?...
Kawasaki Bikin Skutik? Tiga Kejutan dari Booth PRJ 2026
Berita Terkini
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangkap, Polda Metro Jaya: Berkas Perkara Lengkap
Usai Ditangkap, Roy...
Usai Ditangkap, Roy Suryo dan Dokter Tifa Bakal Dibawa ke RS Polri
KPK Kembali Periksa...
KPK Kembali Periksa Silmy Karim, Bukti-bukti Dugaan Pemerasan dan Gratifikasi Didalami
Sikapi Putusan PN Jakpus,...
Sikapi Putusan PN Jakpus, Kuasa Hukum PPP Maluku Akan Tempuh Kasasi
Penangkapan dr Tifa...
Penangkapan dr Tifa dan Ujian Negara Hukum di Tengah Polemik Ijazah Jokowi
Protes Penangkapan Roy...
Protes Penangkapan Roy Suryo dan Dokter Tifa, Ahmad Khozinudin Bandingkan Silfester Matutina yang Tak Kunjung Dieksekusi
Infografis
Bakar Uang Demi Perang:...
Bakar Uang Demi Perang: Jejak Kelam Ekonomi Militer AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved