Bicara Kebersatuan di depan Pimpinan 34 Kementerian, Mahfud MD: Kita Sudah Punya Pancasila

Kamis, 17 Desember 2020 - 02:07 WIB
loading...
Bicara Kebersatuan di...
Menko Polhukam, Mahfud MD dalam acara Rapat Koordinasi bidang Kesatuan Bangsa di Jakarta, Rabu (16/12/2020). Foto/MNC Media
A A A
JAKARTA - Menteri Koordinator bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menko Polhukam), Mahfud MD menegaskan bahwa tugas semua elemen negara adalah menjalankan pemerintahan yang bersumbu pada kesatuan bangsa. Menurutnya, seluruh Kementerian atau Lembaga apapun wajib menjaga kebersatuan bangsa .

Pernyataan tersebut disampaikan Menko Polhukam dalam acara Rapat Koordinasi bidang Kesatuan Bangsa di Jakarta Rabu (16/12/2020). Acara ini dihadiri langsung oleh pimpinan 34 Kementerian dan Lembaga. (Baca juga: Jawab Ridwan Kamil soal Kisruh Habib Rizieq, Mahfud MD: Saya Bertanggung Jawab)

"Organisasi negara adalah untuk mewadahi pengaturan kita bernegara bagi seluruh rakyat untuk mencapai cita-cita bersama. Kita harus menjamin kebersatuan dan kita sudah punya Pancasila sebagai pedoman hidup berbangsa dan bernegara, bukan pedoman beragama karena beragama merupakan pedoman yang sifatnya sakral dan personal,” ujar Mahfud.

Dia menuturkan tanpa bersatu maka Indonesia akan bercabik dan tujuan bersama tidak pernah tercapai. Bahkan bisa saja negara bubar akibat hal tersebut.

"Kebersatuan itu bisa ditopang dengan demokrasi. Karena perbedaan itu kalau tidak diolah dengan demokrasi pasti kita pecah, tidak bersatu. Oleh sebab itu agar bersatu mekanismenya adalah demokrasi," ucapnya.

Pada acara tersebut Menko Polhukam menyerahkan langsung hasil evaluasi dan rekomendasi kebijakan di bidang kesatuan bangsa kepada 34 Kementerian dan Lembaga. Rekomendasi yang diberikan, kata Mahfud, diharapkan dapat meningkatkan kualitas kebijakan dan pelaksanaan program di bidang kesatuan bangsa.

“Hasil evaluasi dan rekomendasi kebijakan di bidang kesatuan bangsa ini sudah dipetakan dalam bentuk distribusi peran kepada setiap kementerian lembaga. Semua sudah ada porsinya, sesuai dengan tupoksi masing-masing untuk bersinergi secara berantai dan masif dalam menjalankan amanat konstitusi negara, peraturan perundang-undangan, dan arah kebijakan Presiden," jelasnya. (Baca juga:Soal Habib Rizieq, Legislator Ini Bilang Kang Emil Tak Etis Salahkan Mahfud MD)

Adapun hasil evaluasi dan rekomendasi kebijakan kementerian dan lembaga di bidang kesatuan bangsa tersebut berisikan 12 isu strategis bidang kesatuan bangsa. Berikut rinciannya:

1. Internalisasi nilai-nilai Pancasila dan hak konstitusional warga negara.

2. Internalisasi etika kehidupan berbangsa.

3. Pemantapan wawasan kebangsaan dan karakter bangsa berlandaskan empat konsensus dasar berbangsa dan bernegara.

4. Pembinaan interaksi sosial melalui gerakan pembaruan kebangsaan.

5. Gerakan moderasi beragama.

6. Gerakan kewaspadaan nasional terhadap berbagai tantangan di bidang ideologi, politik, ekonomi, sosial, budaya, pertahanan dan keamanan.

7. Sinergi tentara nasional Indonesia (TNI) dan kepolisian RI (POLRI) dengan komponen masyarakat dalam mewujudkan keamanan dan ketertiban lingkungan.

8. Pembinaan kesadaran bela negara di lingkup pendidikan, masyarakat dan pekerjaan.

9. Gerakan menolak kampanye hitam, politik identitas, nasionalisme sempit, pragmatisme, praktek politik uang dan politisasi sara dalam penyelenggaraan pilkada.

10. Gerakan netralitas aparatur sipil negara, TNI dan Polri dalam penyelenggaraan pilkada.

11. Gerakan peningkatan partisipasi pemilih. (Baca juga: Kerumunan Habib Rizieq, Pengamat: Mahfud MD Seharusnya Juga Dipanggil Polisi)

12. Penanganan permasalahan WNI bekas warga provinsi Timor Timur dan pejuang pro integrasi Timor Timur.
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
DPN IARMI: Kritik Harus...
DPN IARMI: Kritik Harus Objektif, Jangan Giring Opini Menyesatkan
Pancasila yang Kita...
Pancasila yang Kita Peringati, Pancasila yang Kita Khianati
BPIP Gelar Penguatan...
BPIP Gelar Penguatan Kebajikan Pancasila, Marinus Gea: Harus Dihidupi, Bukan Sekadar Dihafalkan
Prabowo Ajak Seluruh...
Prabowo Ajak Seluruh Elemen Bangsa Perkuat Persatuan di Tengah Keberagaman demi Kemajuan Bangsa
Singgung Peran KPRP,...
Singgung Peran KPRP, Pakar: Kritik Mahfud MD Terhadap UU Polri Sangat Aneh
Festival Anak Pancasila...
Festival Anak Pancasila 2026 Perkuat Karakter Kebangsaan Generasi Muda
Sambut 1 Muharram, Ulama...
Sambut 1 Muharram, Ulama Ajak Masyarakat Tolak Provokasi dan Jaga Persatuan Umat
Aktivis Muda Nasional:...
Aktivis Muda Nasional: Persatuan Bangsa Penting di Tengah Tantangan Global
Rekomendasi
Hakim Perempuan Muslim...
Hakim Perempuan Muslim Ini Diancam Dibunuh setelah Menghukum Para Penjaga Sapi
Luis Figo Ramaikan Pesta...
Luis Figo Ramaikan Pesta Bola HGI 2026, KORMINAS Perkuat Pengembangan Olahraga Pikiran
Gerak Cepat! Pemkab...
Gerak Cepat! Pemkab Bogor Terjunkan Alat Berat Bersihkan Tumpukan Sampah di Kali Baru
Berita Terkini
Mahfud MD Soroti Pengalihan...
Mahfud MD Soroti Pengalihan Penyidikan Febrie Adriansyah ke Kejaksaan: Banyak yang Terkecoh
Febrie Adriansyah Dicegah...
Febrie Adriansyah Dicegah ke Luar Negeri
Baleg DPR Sangkal Kabar...
Baleg DPR Sangkal Kabar RUU Perampasan Aset Dicoret dari Prolegnas Prioritas 2026
Saatnya Koperasi Naik...
Saatnya Koperasi Naik Kelas
Momen Kapolri dan Jaksa...
Momen Kapolri dan Jaksa Agung Foto Bareng Menko Polkam, Panglima TNI, serta Kepala BIN
Prabowo: Yang Merasa...
Prabowo: Yang Merasa Indonesia Suram, Silakan kalau Mau Cari Negara Lain
Infografis
10 Kementerian/Lembaga...
10 Kementerian/Lembaga dengan Anggaran Terbesar di 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved