Masa Pandemi, Pelaku Ekonomi Kreatif Harus Adaptif dan Lakukan Transformasi Digital
Rabu, 16 Desember 2020 - 11:44 WIB
loading...
A
A
A
Kondisi ini menuntut pelaku ekonomi kreatif untuk adaptif dan melakukan transformasi digital. “Memang menurut data kami, pelaku-pelaku yang adaptif dan melakukan transformasi digital bisa bertahan sampai saat ini, namun tidak semuanya mampu seperti itu. Kemenparekraf pun menjalankan program inkubasi untuk pembuat film dengan memberikan insentif agar lebih memahami platform digital dan penulisan skenario yang lebih adaptif dengan kondisi pandemi”, terang Prabu Revolusi.
Hal ini pun lebih jauh lagi diungkapkan oleh Lola Amaria, “Cepat atau lambat kita memang harus beradaptasi dengan digital, karena menurut saya bioskop bukan satu-satunya media untuk berkarya bagi pembuat film saat ini. Menurut saya ada banyak sekali ide di masa pandemi seperti misalnya tentang hoax, tentang vaksin, apapun yang berkaitan dengan pandemi yang bisa diproduksi sebagai film edukasi. Platform tidak harus bioskop, bisa televisi, bisa digital, karena mengedukasi masyarakat itu penting”.
Di saat pandemi ini pula kehadiran Pemerintah sangat dibutuhkan oleh pelaku ekonomi kreatif, “Mas Hanum dan Mbak Lola ini contoh pelaku ekonomi kreatif yang tidak menyerah. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga selalu memikirkan tentang film, musik, selalu bicara tentang apa yang bisa kita bantu melalui kewenangan kita. Di 2021 ada beberapa program yang sedang disiapkan, pada saatnya nanti kita akan mengumukan program ini, setidaknya program ini nantinya bisa membantu teman-teman pelaku ekonomi kreatif bisa tetap berkarya”, ujar Prabu Revolusi.
Selain itu, harapan bagi vaksin COVID-19 juga disampaikan oleh Lola Amaria, “Mudah-mudahan vaksin cepat terdistribusi dengan baik dan semua sektor sudah bisa kembali seperti semula sebelum pandemi”.
“Optimisme teman-teman pelaku ekonomi kreatif sangat kita butuhkan agar kita bisa segera bangkit, dan ini perlu kesadaran menjalankan protokol kesehatan. Semakin cepat kita mengendalikan pandemi COVID-19 semakin cepat kita memulihkan kondisi ini, baik sektor Pariwisata maupun Ekonomi Kreatif”, tutup Prabu Revolusi.
Hal ini pun lebih jauh lagi diungkapkan oleh Lola Amaria, “Cepat atau lambat kita memang harus beradaptasi dengan digital, karena menurut saya bioskop bukan satu-satunya media untuk berkarya bagi pembuat film saat ini. Menurut saya ada banyak sekali ide di masa pandemi seperti misalnya tentang hoax, tentang vaksin, apapun yang berkaitan dengan pandemi yang bisa diproduksi sebagai film edukasi. Platform tidak harus bioskop, bisa televisi, bisa digital, karena mengedukasi masyarakat itu penting”.
Di saat pandemi ini pula kehadiran Pemerintah sangat dibutuhkan oleh pelaku ekonomi kreatif, “Mas Hanum dan Mbak Lola ini contoh pelaku ekonomi kreatif yang tidak menyerah. Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif juga selalu memikirkan tentang film, musik, selalu bicara tentang apa yang bisa kita bantu melalui kewenangan kita. Di 2021 ada beberapa program yang sedang disiapkan, pada saatnya nanti kita akan mengumukan program ini, setidaknya program ini nantinya bisa membantu teman-teman pelaku ekonomi kreatif bisa tetap berkarya”, ujar Prabu Revolusi.
Selain itu, harapan bagi vaksin COVID-19 juga disampaikan oleh Lola Amaria, “Mudah-mudahan vaksin cepat terdistribusi dengan baik dan semua sektor sudah bisa kembali seperti semula sebelum pandemi”.
“Optimisme teman-teman pelaku ekonomi kreatif sangat kita butuhkan agar kita bisa segera bangkit, dan ini perlu kesadaran menjalankan protokol kesehatan. Semakin cepat kita mengendalikan pandemi COVID-19 semakin cepat kita memulihkan kondisi ini, baik sektor Pariwisata maupun Ekonomi Kreatif”, tutup Prabu Revolusi.
(alf)
Lihat Juga :