Ini Target Ambisius Indonesia Tahan Laju Perubahan Iklim
Selasa, 15 Desember 2020 - 12:09 WIB
loading...
Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar. Foto/Istimewa
A
A
A
JAKARTA - Indonesia punya target ambisius untuk menahan laju perubahan iklim dengan penurunan emisi 0.834 hingga 1.081 giga ton. Sumber emisi itu berasal dari kehutanan, pertanian, energi, industri dan transportasi serta limbah, dengan proporsi terbesar di sektor kehutanan dan energi.
(Baca juga: UI Kenalkan Perubahan Iklim pada Siswa SD Melalui Papan Permainan)
Penegasan tersebut dikemukakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, Selasa (15/12/2020). Target penurunan emisi ini sangat penting, dan perlu kerja keras semua pihak, termasuk dunia industri.
(Baca juga: Kurangi Efek Perubahan Iklim, Ilmuwan Siap Redupkan Matahari)
Dikemukakan Siti Nurbaya, dari aspek energi dan industri juga sangat penting. Indikasi penurunan industri dr segala jenis industri dalam analisis Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) 2020 hingga penurunan 131 juta ton karbon merupakan indikasi yang penting dan akan didalami bersama-sama sektor nya yang terkait.
Sumber itu dari 972 usaha agroindustrk, 584 usaha industri manufaktur prasarana jasa dan 482 usaha pertambangan energi dan migas. "Saya ingin semakin memperjelas posisi Indoensia dalam ambisi menurunkan emisi karbon," kata Siti.
Sebelumnya, ketika memberikan sambutan pemberian penghargan Proper 2020 di Kementerian LHK, Senin (14/12/2020), Menteri Siti mengungkapkan, selama 23 tahun, Indonesia memiliki sistem pengukuran kinerja perusahaan dengan hasil-hasil analisis yang terukur.
(Baca juga: UI Kenalkan Perubahan Iklim pada Siswa SD Melalui Papan Permainan)
Penegasan tersebut dikemukakan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), Siti Nurbaya Bakar, Selasa (15/12/2020). Target penurunan emisi ini sangat penting, dan perlu kerja keras semua pihak, termasuk dunia industri.
(Baca juga: Kurangi Efek Perubahan Iklim, Ilmuwan Siap Redupkan Matahari)
Dikemukakan Siti Nurbaya, dari aspek energi dan industri juga sangat penting. Indikasi penurunan industri dr segala jenis industri dalam analisis Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (Proper) 2020 hingga penurunan 131 juta ton karbon merupakan indikasi yang penting dan akan didalami bersama-sama sektor nya yang terkait.
Sumber itu dari 972 usaha agroindustrk, 584 usaha industri manufaktur prasarana jasa dan 482 usaha pertambangan energi dan migas. "Saya ingin semakin memperjelas posisi Indoensia dalam ambisi menurunkan emisi karbon," kata Siti.
Sebelumnya, ketika memberikan sambutan pemberian penghargan Proper 2020 di Kementerian LHK, Senin (14/12/2020), Menteri Siti mengungkapkan, selama 23 tahun, Indonesia memiliki sistem pengukuran kinerja perusahaan dengan hasil-hasil analisis yang terukur.
Lihat Juga :