Imbau Prokes Ketat, BNPB: Jangan Sampai Muncul Klaster Baru di Pesantren
Selasa, 15 Desember 2020 - 13:33 WIB
loading...
BNPB memberikan logistik pencegahan Covid-19 berupa Panbio Swab antigen sebanyak 10.000 test, masker KF94 sebanyak 1.000 pcs, dan masker kain sebanyak 1.000 pcs. Foto/Binti Mufarida
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) akan membuka kembali sekolah atau pembelajaran tatap muka di masa pandemi virus Corona (Covid-19) ini pada Januari 2021. Pesantren merupakan salah satu sekolah yang juga akan dibuka.
(Baca juga: Penerapan Protokol Kesehatan Kunci Rendahnya Klaster Pilkada 2020)
Namun, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) justru mencatat sebanyak lebih 3 ribu santri terpapar Covid-19 dari klaster pesantren. Angka itu didapat dari pemantauan selama tiga bulan, mulai September-November 2020.
(Baca juga: BNPB Ingatkan Masyarakat Waspada Bencana Alam di Tengah Pandemi Covid-19)
Direktur Mitigasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jhony Sumbung di sela-sela rapat kerja dengan DPR RI di Batam, Kepulauan Riau pun mengingatkan ketika nanti pesantren sudah diperbolehkan melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, protokol kesehatan harus dilakukan dengan ketat.
(Baca juga: Mitigasi Tsunami di Selatan Jawa, BNPB: Ekosistem Garis Pantai Sangat Penting)
"Kalau di pesantren mulai melakukan pendidikan, mohon protokol kesehatan diterapkan dengan ketat. Jangan sampai muncul klaster baru di pesantren," kata Jhony dalam siaran pers yang diterima Sindo Media, Selasa (15/12/2020).
(Baca juga: Penerapan Protokol Kesehatan Kunci Rendahnya Klaster Pilkada 2020)
Namun, Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) justru mencatat sebanyak lebih 3 ribu santri terpapar Covid-19 dari klaster pesantren. Angka itu didapat dari pemantauan selama tiga bulan, mulai September-November 2020.
(Baca juga: BNPB Ingatkan Masyarakat Waspada Bencana Alam di Tengah Pandemi Covid-19)
Direktur Mitigasi Bencana Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Jhony Sumbung di sela-sela rapat kerja dengan DPR RI di Batam, Kepulauan Riau pun mengingatkan ketika nanti pesantren sudah diperbolehkan melakukan kegiatan belajar mengajar secara tatap muka, protokol kesehatan harus dilakukan dengan ketat.
(Baca juga: Mitigasi Tsunami di Selatan Jawa, BNPB: Ekosistem Garis Pantai Sangat Penting)
"Kalau di pesantren mulai melakukan pendidikan, mohon protokol kesehatan diterapkan dengan ketat. Jangan sampai muncul klaster baru di pesantren," kata Jhony dalam siaran pers yang diterima Sindo Media, Selasa (15/12/2020).
Lihat Juga :