Jokowi Akui Data Bermasalah Jadi Kendala Penyaluran Bansos

Rabu, 13 Mei 2020 - 10:52 WIB
loading...
Jokowi Akui Data Bermasalah...
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa data bermasalah menjadi kendala dalam penyaluran bansos. Sehingga penyaluran di beberapa tempat belum maksimal. Foto/SINDOphoto
A A A
BOGOR - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui bahwa data bermasalah menjadi kendala dalam penyaluran bantuan sosial (bansos). Sehingga penyaluran di beberapa tempat belum maksimal.

“Memang ada saru, dua, tiga (tempat) yang berkaitan dengan data. Itu masih belum bisa diperbaiki,” ujarnya saat meninjau penyaluran bansos di Kota Bogor, Rabu (13/5/2020). (Baca juga: UU Penanganan COVID-19 Meniadakan Kehadiran Rakyat )

Dia berharap pada tahap selanjutnya data ini dapat lebih perbaiki. Rencananya tahap kedua akan dibagikan di bulan Juni. “Tapi nanti pada tahapan kedua bulan depan bisa diperbaiki lagi,” ucapnya.

Jokowi mengatakan bahwa saat ini penyaluran program bansos yang dari pemerintah memang belum 100%. Misalnya ssaja untuk bantuan langsung tunai (BLT) desa baru 10%.

“Jadi mohon masyarajat masih menunggu, menanyakan pada aparat desa. Dan saya juga sangat senang pusat daerah bisa kerja sama sangat baik meskipun ini juga sesuatu yang sangat mendadak,” tuturnya.

Mantan Wali Kota Solo ini menambahkan jika ada warga yang terdampak belum mendapatkan bantuan bisa mengusulkan ke RT/RW setempat. “Melapor kembali pada RT, pada RW. Sehingga bisa disusulkan karena masih ada cadangan bagi yang belum mendapatkan,” pungkasnya. (Baca juga: Perppu 1/2020 Sah Jadi UU, Damai Hari Lubis Bakal Ajukan Lagi Gugatan ke MK )
(kri)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Instruksikan...
Prabowo Instruksikan Sinkronisasi Data Bansos, 88 Daerah Jadi Prioritas Pengentasan Kemiskinan
49 Pendamping PKH Diberhentikan...
49 Pendamping PKH Diberhentikan Akibat Pelanggaran Penyaluran Bansos
Selewengkan Bansos,...
Selewengkan Bansos, 49 Pendamping PKH Dipecat dan 500 Oknum Disanksi
Beredar Kabar Bansos...
Beredar Kabar Bansos Dipotong, Mensos: Itu Hoaks dan Menyesatkan
Selly PDIP: Benahi Data...
Selly PDIP: Benahi Data Penerima Bansos agar Tak Jadi Bancakan Pihak Tertentu
Soroti Penyaluran Bansos...
Soroti Penyaluran Bansos di Tengah Inflasi, Selly Gantina: Perkuat Fungsi Kemensos
Digitalisasi Bansos...
Digitalisasi Bansos Diperluas ke 42 Daerah Mulai Juni 2026, Begini Penjelasan Komdigi
Zat Kimia Persisten...
Zat Kimia Persisten Ditemukan dalam 98,8% Darah Warga AS
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
Rekomendasi
Rentetan Penembakan...
Rentetan Penembakan Guncang Israel, 1 Tewas, 5 Luka
Bukan Keriput, Ini Tanda...
Bukan Keriput, Ini Tanda Penuaan Wajah yang Mulai Muncul di Usia 35 Tahun
Gempa Magnitudo 8,1...
Gempa Magnitudo 8,1 Guncang Filipina, Peringatan Tsunami Dikeluarkan, Warga Kocar-kacir Selamatkan Diri
Berita Terkini
Said Iqbal Bakal Dilantik...
Said Iqbal Bakal Dilantik Prabowo Jadi Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan Sore Ini
Korlantas Polri Tunda...
Korlantas Polri Tunda Pelaksanaan Operasi Patuh Jaya 2026
25 Wilayah Indonesia...
25 Wilayah Indonesia Berpotensi Tsunami Akibat Gempa M7,7 di Mindanao Filipina
Hari Ini Presiden Akan...
Hari Ini Presiden Akan Menerima Surat Kepercayaan dari Dubes Negara Sahabat
BNPP Raih Peningkatan...
BNPP Raih Peningkatan Signifikan Capaian Reformasi Birokrasi 2025 dari Kemenpan RB
Brigjen TNI Marinir...
Brigjen TNI Marinir Rino Rianto Resmi Jabat Dandenjaka, Pimpin Pasukan Elite TNI AL
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved