Demokrat Minta Uji Klinik Vaksin Covid-19 Dipercepat

Sabtu, 12 Desember 2020 - 11:58 WIB
loading...
Demokrat Minta Uji Klinik...
Anggota Komisi IX DPR dari Fraksi Partai Demokrat Anwar Hafid. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pemerintah telah mendatangkan sebanyak 1,2 juta vaksin Covid-19 dari Sinovac, China, Minggu 6 Desember lalu. Namun hingga kini vaksin tersebut belum bisa digunakan dan masih disimpan di Kantor Pusat PT Bio Farma, Kota Bandung. Sampel vaksin akan diambil untuk pengujian mutu oleh tim dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Bio Farma.

Anggota Komisi IX DPR Anwar Hafid meminta uji klinis vaksin dipercepat. Uji klinis vaksin mestinya sudah harus selesai di akhir tahun ini agar pada 2021 mendatang.

Politikus Partai Demokrat ini berhadap Indonesia sudah bebas dari Covid-19 sehingga masyarakat bisa kembali beraktivitas secara normal.

"Karena dari informasi yang ada, jika mesti menunggu sampai Mei 2021 sebagaimana informasi beredar di mana uji klinis Sinovac, Bio Farma dan Unpad baru akan selesai di bulan Mei, itu berarti kemungkinan besar baru pertengahan tahun depan vaksin tersebut bisa beredar secara luas," ujar Anwar Hafid, Sabtu (12/12/2020).

Menurut dia, konsekuensi dari lambatnya peredaran vaksin akan berdampak terhadap seluruh dimensi ekonomi dan sosial masyarakat. Mulai dari pertumbuhan ekonomi yang melambat, jaminan kesehatan rakyat, dan seluruh kondisi ketidaknormalan akan terus menghantui Indonesia.

"Terutama persoalan siapa yang mesti menjadi prioritas bagi vaksin yang telah tiba," katanya.(Baca juga: Vaksin Covid-19 Sudah Tiba, Dokter Reisa Imbau Masyarakat Tetap Patuhi Prokes )

Persoalan krusial lainnya, lanjut Anwar, soal uji klinis keamanan vaksin tersebut terkait mutu dan kualitas vaksin yang akan digunakan. Karena itu, pemerintah mesti memastikan tiga hal yakni kepastian waktu peredaran, mutu, keamanan dan kualitas vaksin, serta kepastian bahwa vaksin harus diprioritaskan bagi masyarakat tidak mampu yang membutuhkan vaksin.(Baca juga: Jumlah Belum Mencukupi, Indonesia Masih Terus 'Berburu' Vaksin Covid-19 )
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Covid-19 Meningkat di...
Covid-19 Meningkat di Singapura, Thailand, dan Hong Kong, Kemenkes: Indonesia Aman
AstraZeneca Tuai Polemik...
AstraZeneca Tuai Polemik Usai Kasus Pembekuan Darah, BPOM: Sudah Tak Beredar di Indonesia
Mulai 2024 Vaksin Covid-19...
Mulai 2024 Vaksin Covid-19 Tak Gratis, Yerry Tawalujan Berharap Harganya Terjangkau Peserta BPJS
Presiden Jokowi Segera...
Presiden Jokowi Segera Cabut Status Pandemi Covid-19
Menko PMK: Pasien Covid-19...
Menko PMK: Pasien Covid-19 Kini Ditanggung BPJS Kesehatan
Subvarian Arcturus Muncul,...
Subvarian Arcturus Muncul, Masyarakat Diminta Segera Vaksin Booster
Satu Lagi Varian Baru...
Satu Lagi Varian Baru Virus Corona Bikin Was-was Ahli Kesehatan
8 Virus yang Berpotensi...
8 Virus yang Berpotensi Menyebabkan Pandemi, Ancaman bagi Kesehatan Global
Diserang Virus Misterius,...
Diserang Virus Misterius, Warga Kazakhstan Diwajibkan Pakai Masker hingga 2025
Rekomendasi
AS Juara Piala Dunia...
AS Juara Piala Dunia 2026, Jeep Siap Bagi-bagi Mobil Wrangler
Kajian 13 Proyek Hilirisasi...
Kajian 13 Proyek Hilirisasi Rampung Juli, Nilainya Ditaksir Capai Rp239 Triliun
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Berita Terkini
Pengamat Kebijakan Publik...
Pengamat Kebijakan Publik Apresiasi Arah Baru BGN, Transparansi dan Refocusing MBG
Waka BGN Sony Sonjaya...
Waka BGN Sony Sonjaya Ajukan Justice Collaborator, Kejagung Bakal Periksa Pekan Depan
Penampakan Andri Mulyono...
Penampakan Andri Mulyono Pakai Rompi Tahanan usai Jadi Tersangka Baru Pengadaan Motor Listrik BGN
Kejagung: Tersangka...
Kejagung: Tersangka Andri Mulyono Mark up Pengadaan Motor Listrik BGN
Tepis Isu Menguntungkan...
Tepis Isu Menguntungkan Kapolri, Pakar: UU Polri Baru Berpihak pada Kepentingan Publik
Refly Harun Pertanyakan...
Refly Harun Pertanyakan Nasib Kasus Roy Suryo Cs: Sudah 30 Kali Wajib Lapor, Kasus Belum Jelas
Infografis
Jadwal Imsakiyah Ramadan...
Jadwal Imsakiyah Ramadan 1447 H, Kamis 19 Februari 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved