Puslitbang Kemenag Berharap Media Islam Mampu Netralisasi Isu Kebencian
Sabtu, 12 Desember 2020 - 10:11 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, Puslitbang Bimas Islam ingin menginisiasi agar diselenggarakan Kongres Media Islam untuk menyebarkan konten moderasi beragama. Tujuannya untuk menjaga kondusivitas dan menjaga persatuan.
“Tidak saling menjatuhkan. Kalau memang memungkinkan, kita fasilitasi itu (Kongres Media Islam-red). Saling mensupport,” katanya.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi NU Online Ahmad Mukafi Niam menjelaskan, media-media moderat telah berkembang pesat, bahkan dikenal secara luas. “Alhamdulillah kita sudah saling bertemu. Pola yang kita cari sudah mulai didapat. Alif juga sudah menemukan branding-nya sebagai media budaya Islam. Islamidotco dan Bincang Syariah juga sudah matang,” tuturnya.
(Baca juga: Kedubes Inggris Adakan Webinar Kebebasan Media di Tengah Pandemi )'
Niam mengatakan, masing-masing media Islam moderat yang disebutkan itu sudah memiliki ceruk pembaca tersendiri sehingga mampu memperlebar wilayah penyebaran konten moderasi beragama.
“Persoalannya, bagaimana tantangan ke depan yang harus kita hadapi? Sekarang tugas kita adalah menyelamatkan ‘kapal’ digital dan kita harus bisa optimis,” paparnya.
“Tidak saling menjatuhkan. Kalau memang memungkinkan, kita fasilitasi itu (Kongres Media Islam-red). Saling mensupport,” katanya.
Sementara itu, Pemimpin Redaksi NU Online Ahmad Mukafi Niam menjelaskan, media-media moderat telah berkembang pesat, bahkan dikenal secara luas. “Alhamdulillah kita sudah saling bertemu. Pola yang kita cari sudah mulai didapat. Alif juga sudah menemukan branding-nya sebagai media budaya Islam. Islamidotco dan Bincang Syariah juga sudah matang,” tuturnya.
(Baca juga: Kedubes Inggris Adakan Webinar Kebebasan Media di Tengah Pandemi )'
Niam mengatakan, masing-masing media Islam moderat yang disebutkan itu sudah memiliki ceruk pembaca tersendiri sehingga mampu memperlebar wilayah penyebaran konten moderasi beragama.
“Persoalannya, bagaimana tantangan ke depan yang harus kita hadapi? Sekarang tugas kita adalah menyelamatkan ‘kapal’ digital dan kita harus bisa optimis,” paparnya.
Lihat Juga :