Pegiat HAM Nilai Indonesia Raksasa yang Lapuk dari Dalam

Kamis, 10 Desember 2020 - 21:45 WIB
loading...
Pegiat HAM Nilai Indonesia...
Anggota karang taruna Puriala membentangkan bendera merah putih di kaki gunung Ahuawali, Kecamatan Puriala, Konawe, Sulawesi Tenggara, Rabu (28/10/2020). FOTO/ANTARA/Jojon/aww
A A A
JAKARTA - Mantan Ketua Komnas HAM Hafid Abbas menganggap Indonesia adalah negara raksasa yang terlibat dalam sejarah besar di dunia internasional. Misalnya, mendirikan gerakan Non Blok yang mendapatkan apresiasi dari negara lain.

Belum lagi Indonesia dianugerahi keberagaman bangsa serta kekayaan alam yang luar biasa. Namun faktanya pada hari ini, kekayaan alam di Indonesia hanya milik segelintir orang.

"Kita bisa melihat beberapa pulau kita sudah diikhlaskan dikelola oleh pihak luar. Belum lagi ada pengusaha besar menguasai wilayah yang luasnya 7x luas Jakarta. Jadi kita melihat di sini ada ketimpangan," kata Hafid dalam webinar yang digelar oleh KAMI dan FAPI bertajuk Pelanggaran HAM dan Demokrasi di Era Reformasi, Kamis (10/11/2020). (Baca juga: Din Syamsuddin: Indonesia Bangkrut Demokrasi dan Kebebasan Berekspresi )

Pegiat HAM ini menambahkan, ketimpangan sosial dan ekonomi serta ketidakadilan pada saat ini sangat terlihat. Bahkan, masyarakat pun dapat merasakannya sendiri.

Oleh sebab itu, lanjut Hafid, kebesaran Indonesia tidak bermakna apapun bagi bangsanya. Karena di dalamnya telah digerogoti oleh neokapitalisme yang menguasai Tanah Air.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kapolri Tekankan Sinergisitas...
Kapolri Tekankan Sinergisitas TNI-Polri dan Elemen Bangsa Kunci Utama Jaga NKRI
Prabowo Kutip Surat...
Prabowo Kutip Surat Ar-Ra'd Ayat 11: Keselamatan Bangsa Terwujud Jika Bersatu
Sambut Hari HAM Sedunia,...
Sambut Hari HAM Sedunia, Pemuda dan Mahasiswa Ajak Masyarakat Rawat Hak Asasi
RMI Bentuk Panel Ahli...
RMI Bentuk Panel Ahli Kejahatan Ekosida
Menjaga Martabat Manusia...
Menjaga Martabat Manusia di Tengah Ancaman Otoritarianisme
Hari HAM Sedunia Momentum...
Hari HAM Sedunia Momentum Negara Penuhi Hak Warga Negara
Aksi Hari HAM Internasional
Aksi Hari HAM Internasional
Siap Perkuat Partai...
Siap Perkuat Partai Perindo Banten, Ratu Ageng Rekawati: Mari Bergandengan Tangan untuk NKRI
Hari HAM Sedunia, Masyarakat...
Hari HAM Sedunia, Masyarakat Papua Barat Diimbau Jaga Kedamaian
Rekomendasi
Sinopsis Sinetron Terikat...
Sinopsis Sinetron 'Terikat Janji' Eps 62: Dipa Terus Memprovokasi Novan, Sementara Davina Merasakan Firasat Buruk
Pra SPMB 2026 Dibuka,...
Pra SPMB 2026 Dibuka, Pemkot Tangsel Siapkan 9.976 Kuota untuk SMP Negeri
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Berita Terkini
DPR Minta KAI Bereskan...
DPR Minta KAI Bereskan Dulu Konektivitas Sebelum Bangun Jalur Kereta Aceh-Lampung
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Dua Truk Towing Masuk...
Dua Truk Towing Masuk Rumah Silmy Karim saat KPK Lakukan Penggeledahan
Panitia Mubes Kosgoro...
Panitia Mubes Kosgoro 1957 Terima Dokumen Lengkap Caketum La Ode Safiul Akbar
Islah Bahrawi Mengaku...
Islah Bahrawi Mengaku Dapat Intimidasi dari OTK, Rumah Diintai hingga Aktivitasnya Dibuntuti
Bahaya Romantisasi Oligarki...
Bahaya Romantisasi Oligarki Putih
Infografis
7 Wilayah AS yang Diperoleh...
7 Wilayah AS yang Diperoleh dengan Membeli dan Merebut dari Negara Lain
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved