Din Syamsuddin: Indonesia Bangkrut Demokrasi dan Kebebasan Berekspresi

Kamis, 10 Desember 2020 - 20:30 WIB
loading...
Din Syamsuddin: Indonesia...
Pada peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional, Presidium KAMI Din Syamsuddin prihatin dengan kondisi negara Indonesia. FOTO/DOK.SINDOnews
A A A
JAKARTA - Pada peringatan Hari Hak Asasi Manusia (HAM) Internasional, Presidium KAMI Din Syamsuddin prihatin dengan kondisi negara Indonesia. Menurutnya, pemerintah abai dalam menegakan hak-hak warga negara.

Din menyoroti terutama dalam Pasal 28 J UUD 1945 baik ayat 1 yang berbunyi Setiap orang wajib menghormati hak asasi manusia orang lain dalam tertib kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Maupun ayat 2 berisi; Dalam menjalankan hak dan kebebasannya, setiap orang wajib tunduk kepada pembatasan yang ditetapkan dengan undang-undang dengan maksud semata-mata untuk menjamin pengakuan serta penghormatan atas hak kebebasan orang lain dan untuk memenuhi tuntutan yang adil sesuai dengan pertimbangan moral, nilai-nilai agama, keamanan, dan ketertiban umum dalam suatu masyarakat demokratis.

"Sekarang ini kita dalam kondisi demokrasi yang semu. Misalnya kita lihat pelaksanaan Pasal 28 J UUD 1945 isinya setiap orang itu harus saling menghormati satu dengan yang lain dan tidak ikut campur dalam hak-hak orang tersebut itulah pertandanya kita bernegara dan berbangsa," kata Din dalam webinar yang digelar oleh KAMI dan FAPI bertajuk Pelanggaran HAM dan Demokrasi di Era Reformasi, Kamis (10/11/2020). (Baca juga: Penilaian Komnas HAM Soal Perkembangan Hak Asasi Manusia di Indonesia )

Akibat dari tidak tegaknya HAM di Indonesia, maka nilai-nilai demokrasi mengalami kemunduran."Demokrasi yang terjadi bukan sekadar defisit demokrasi tapi kebangkrutan demokrasi. Indikator selain di atas kertas dapat kita saksikan dan alami betapa kebebasan berpendapat dan kebebasan berekpsresi terpasung di negeri ini. Aktivis kritis yang berangkat dari loyalis, cendikia berhadapan dengan sikap represif aparat," katanya.

Mantan Ketua PP Muhammadiyah itu berpendapat, ketidakadilan di negeri ini terutama di bidang hukum menjadi akar permasalahan.

"Masalah di Indonesia yakni adanya ketidakadilan. Terutama dalam penegakan hukum. Inilah yang menjadi kendala dan masalah sehingga menghambat Indonesia untuk maju seperti cita-cita nasional dalam pembukaam UUD 45 yang disampaikan founding fathers," katanya. (Baca juga: Mensos Tersangka Korupsi, Din Syamsuddin: KAMI Hanya Bisa Elus Dada )

"Inkonstitusional bertemu dengan arogamsi kekuasaan. Seperti yang kita lihat, bukan hanya penahanan aktivis tapi pembantaian atau pembunuhan terhadap warga negara. Ini adalah tindakan inkonstitusional. Dari situlah KAMI dan elemen pendukung, elemen masyarakat madani cinta keadilan kedaulatan perlu berjuang untuk kedaulatan dan meluruskan kiblat bangsa inilah sikap KAMI senagaimana sikap kami pada 18 Agustus 2020 lalu," kata Din.
(abd)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
DPR: Revisi UU HAM Harus...
DPR: Revisi UU HAM Harus Memperkuat Sistem HAM Nasional
Adhie Massardi Munculkan...
Adhie Massardi Munculkan Gagasan tentang Kementerian Hak Asasi dan Martabat Manusia
Polemik Sertifikasi...
Polemik Sertifikasi Aktivis HAM, DPR: Peran Negara Harusnya Melindungi, Bukan Menentukan
Bertemu JK, Din Syamsuddin...
Bertemu JK, Din Syamsuddin Berencana Laporkan Ade Armando, Abu Janda, dan Grace Natalie
Din Syamsuddin Desak...
Din Syamsuddin Desak Polisi Hentikan Laporan ke JK Kasus Dugaan Penistaan Agama
TPF LN HAM Dalami Unsur...
TPF LN HAM Dalami Unsur Sistematis Kericuhan Unjuk Rasa Agustus 2025
Khotbah Iduladha di...
Khotbah Iduladha di Lapangan Masjid Agung Al Azhar, Din Syamsuddin Tekankan Pentingnya Persatuan Umat Islam
Dari Jimmy Lai hingga...
Dari Jimmy Lai hingga Xinjiang, Isu HAM Tak Lagi Jadi Fokus Utama AS-China
Din Syamsuddin Sebut...
Din Syamsuddin Sebut Penetapan Roy Suryo Cs Jadi Tersangka Tak Sesuai Nilai Etika Moral, Hukum, dan Politik
Rekomendasi
Kasus Hanania Travel,...
Kasus Hanania Travel, Aaliyah Massaid Akui Sedih Melihat Jemaah Umrah Gagal Berangkat
The Banjoemas, Diplomasi...
The Banjoemas, Diplomasi Identitas Banyumas di Pusat Budaya Ibu Kota
Catat! Minggu Ini Tidak...
Catat! Minggu Ini Tidak Ada CFD di Jalan Sudirman-Thamrin dan Rasuna Said
Berita Terkini
Kader Muhammadiyah Uji...
Kader Muhammadiyah Uji Penetapan Awal Bulan Hijriah oleh Menag ke MK
Roy Suryo Pertanyakan...
Roy Suryo Pertanyakan Legal Standing Ade Darmawan di Kasus Ijazah Jokowi
64 PSE Sudah Lapor ke...
64 PSE Sudah Lapor ke Komdigi, Nurul Arifin Berharap Angkanya Terus Meningkat
Harumkan Nama Bangsa,...
Harumkan Nama Bangsa, Kolonel Cpn Jimmy Sirait Raih Gelar Master di US Army War College
Pimpinan Lembaga Antirasuah...
Pimpinan Lembaga Antirasuah Diduga Terseret Kasus MBG, Ini Tanggapan KPK
Rupiah dan IHSG Menguat,...
Rupiah dan IHSG Menguat, SBY: Ada Good News untuk Kita Semua
Infografis
Trionda, Bola Robotik...
Trionda, Bola Robotik Piala Dunia 2026 yang Punya Baterai dan Sensor VAR
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved