Dua Menteri Tersandung Korupsi, Politikus PKS: Evaluasi Kabinet!
Kamis, 10 Desember 2020 - 18:36 WIB
loading...
Edhy Prabowo (kiri) dan Juliari P Batubara, dua menteri Jokowi yang tersandung kasus korupsi. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Anggota DPR Netty Prasetiyani Aher menilai kasus dugaan korupsi dana bantuan sosial (bansos) yang melibatkan Menteri Sosial Juliari P Batubara telah melukai hati rakyat.
"Bagaimana rakyat tidak marah dan terluka hatinya jika dana bansos untuk jelata pun dikorupsi juga," ujar Netty, Kamis (10/12/2020).
Dia menilai dugaan tindak pidana korupsi Juliari Batubara dan kasus dugaan korupsi benih lobster yang melibatkan Edhy Prabowo harus menjadi perhatian dan bahan evaluasi presiden terhadap kinerja kabinet.
"Dalam waktu berdekatan, dua menteri ditangkap KPK. Pemerintah harus mengevaluasi kinerja kabinet, termasuk program revolusi mental yang selama ini didengungkan," ujar Netty. (Baca juga: Jika Menemukan Korupsi Bansos di Jateng, Ganjar: Laporkan Saya!)
Menurut Netty, rakyat membutuhkan teladan atau role model perilaku antikorupsi dari kalangan pejabat. "Bagaimana rakyat mau percaya bahwa ada perubahan perilaku dalam mengelola negara jika korupsi masih terus merajalela?" tanya Netty.
Legislator asal daerah pemilihan Kokab Cirebon-Indramayu ini mendorong pemerintah memikirkan formulasi terobosan dalam memberantas korupsi.
"Perlu ada formulasi terobosan untuk hentikan korupsi. Revolusi mental jangan hanya jadi jargon dan proyek, tapi harus benar-benar menjadi game changer yang membuat Indonesia zero korupsi," katanya. (Baca juga: Risma Berpeluang Jadi Mensos Gantikan Juliari Batubara )
"Bagaimana rakyat tidak marah dan terluka hatinya jika dana bansos untuk jelata pun dikorupsi juga," ujar Netty, Kamis (10/12/2020).
Dia menilai dugaan tindak pidana korupsi Juliari Batubara dan kasus dugaan korupsi benih lobster yang melibatkan Edhy Prabowo harus menjadi perhatian dan bahan evaluasi presiden terhadap kinerja kabinet.
"Dalam waktu berdekatan, dua menteri ditangkap KPK. Pemerintah harus mengevaluasi kinerja kabinet, termasuk program revolusi mental yang selama ini didengungkan," ujar Netty. (Baca juga: Jika Menemukan Korupsi Bansos di Jateng, Ganjar: Laporkan Saya!)
Menurut Netty, rakyat membutuhkan teladan atau role model perilaku antikorupsi dari kalangan pejabat. "Bagaimana rakyat mau percaya bahwa ada perubahan perilaku dalam mengelola negara jika korupsi masih terus merajalela?" tanya Netty.
Legislator asal daerah pemilihan Kokab Cirebon-Indramayu ini mendorong pemerintah memikirkan formulasi terobosan dalam memberantas korupsi.
"Perlu ada formulasi terobosan untuk hentikan korupsi. Revolusi mental jangan hanya jadi jargon dan proyek, tapi harus benar-benar menjadi game changer yang membuat Indonesia zero korupsi," katanya. (Baca juga: Risma Berpeluang Jadi Mensos Gantikan Juliari Batubara )
Lihat Juga :