Kader Menteri Korupsi, Gerindra dan PDIP Diingatkan Badai Partai Demokrat
Senin, 07 Desember 2020 - 07:55 WIB
loading...
A
A
A
Akan tetapi, alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta itu mengatakan kasus korupsi dua menteri ini tak akan mempengaruhi elektabilitas calon yang betul-betul seorang figur daerah. "Kalau cakadanya seorang figur yang populer di mata pemilih, memiliki integritas, saya pikir tidak akan berpengaruh," tambahnya.
Selanjutnya, apakah kasus korupsi menteri asal parpol akan berpengaruh bagi paslon di Pilpres 2024? Dia mengatakan bisa saja itu terjadi jika kasus korupsi menghantam kader-kader lain parpol tersebut. Fadhli mengingatkan berbagai kasus dugaan korupsi yang menjerat kader Partai Demokrat pada saat partai yang didirikan Susilo Bambang Yudhoyono itu berkuasa.
(Baca: Pihak JK Resmi Lapor Polisi Soal Rekaman Dalang Penangkapan Edhy Prabowo)
Selain 'mendegradasi' suara di Pilkada juga berdampak ke perolehan suara di pemilu nasional. "Yang dihantam kan citra parpolnya, kalau itu masih terjadi sampai mendekati Pemilu 2024, jelas akan menggerus perolehan suara, contoh Partai Demokrat yang tadinya partai penguasa, menjadi parpol penghuni papan tengah karena dihantam 'badai korupsi' kader-kadernya. Aku pikir itu karena banyaknya kader partai yang tersangkut korupsi," katanya. (Rakhmat)
Selanjutnya, apakah kasus korupsi menteri asal parpol akan berpengaruh bagi paslon di Pilpres 2024? Dia mengatakan bisa saja itu terjadi jika kasus korupsi menghantam kader-kader lain parpol tersebut. Fadhli mengingatkan berbagai kasus dugaan korupsi yang menjerat kader Partai Demokrat pada saat partai yang didirikan Susilo Bambang Yudhoyono itu berkuasa.
(Baca: Pihak JK Resmi Lapor Polisi Soal Rekaman Dalang Penangkapan Edhy Prabowo)
Selain 'mendegradasi' suara di Pilkada juga berdampak ke perolehan suara di pemilu nasional. "Yang dihantam kan citra parpolnya, kalau itu masih terjadi sampai mendekati Pemilu 2024, jelas akan menggerus perolehan suara, contoh Partai Demokrat yang tadinya partai penguasa, menjadi parpol penghuni papan tengah karena dihantam 'badai korupsi' kader-kadernya. Aku pikir itu karena banyaknya kader partai yang tersangkut korupsi," katanya. (Rakhmat)
(muh)
Lihat Juga :