Bawaslu Soroti Belum Siapnya Formulir Salinan Rekapitulasi Suara Pilkada 2020

loading...
Bawaslu Soroti Belum Siapnya Formulir Salinan Rekapitulasi Suara Pilkada 2020
Ketua Bawaslu Abhan menyoroti soal belum siapnya formulir salinan C-1 KWK yang akan dipergunakan dalam pemungutan dan penghitungan suara Pilkada 2020 nanti.
JAKARTA - Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Abhan menyoroti soal belum siapnya formulir salinan C-1 KWK yang akan dipergunakan dalam pemungutan dan penghitungan suara Pilkada serentak 2020 nanti.

Abhan menduga ketidaksiapan formulir tersebut lantaran sebelumnya KPU telah mewacanakan penggunaan sistem rekapitulasi suara elektronik (Sirekap). Namun, pada akhirnya, DPR dan pemerintah memutuskan Sirekap belum bisa diterapkan dan hanya sebagai uji coba dalam Pilkada 2020 nanti. "Maka kebutuhan soal salinan model C-1 KWK harus ada, dan ini sudah ditulis dalam PKPU," kata Abhan dalam jumpa persnya di Kantor Bawaslu RI, Jakarta Pusat, Jumat (4/12/2020). (Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)

Imbasnya, kata dia, jelang pemungutan dan penghitungan suara yang akan digelar pada tanggal 9 Desember mendatang, formulir ini ditemukan masih banyak yang belum tersedia di sebagian besar daerah penyelenggara Pilkada. "Sampai hari ini beberapa daerah, mayoritas, form salinan model C-1 KWK ini belum ada," ujarnya. (Baca juga: Bawaslu Minta KPU Daerah Segera Musnahkan Kertas Suara Rusak)

Padahal, menurut Abhan, keberadaan formulir tersebut sangat dibutuhkan dalam proses pemungutan dan penghitungan suara nanti. Sebab, salinan formulir itu nantinya akan diberikan kepada sejumlah pihak yang berkepentingan di dalam Pilkada 2020 ini. "Ini penting, karena kalau tidak ada nanti saksi pasangan calon, pengawas TPS mendapatkan darimana? Ini imbauan, harapan kami kepada KPU agar logistik tadi yang terkait dengan salinan C-1 KWK harus ada," pungkasnya.



(cip)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top