Liburan, Jangan Lengah Penularan Covid-19
Kamis, 03 Desember 2020 - 17:21 WIB
loading...
Libur panjang akhir tahun menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat belajar dari pengalaman libur panjang lalu yang membuat kasus Covid-19 meningkat.
A
A
A
JAKARTA - Libur panjang akhir tahun menjadi hal yang ditunggu-tunggu. Namun, Satgas Penanganan Covid-19 meminta masyarakat belajar dari pengalaman libur panjang lalu yang membuat kasus Covid-19 meningkat.
Seperti pada periode libur panjang Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha, perayaan HUT RI, dan libur panjang akhir Oktober dan awal November. “Dari data yang kami peroleh, terdapat peningkatan kasus positif pasca-liburan panjang tersebut,” jelas Wiku Adisasmito menjawab pertanyaan media dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Menurut Wiku, Satgas juga memahami kondisi pelaku usaha di sektor pelaku usaha di sektor pariwisata dalam pandemi Covid-19, terutama mendekati akhir tahun (#satgascovid19 #ingat-pesanibu #jagajarak #pakaimasker #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengan-sabun). Namun demikian, perlu diketahui bahwa peningkatan kasus positif Covid-19 yang tidak terkendali juga dapat berdampak buruk pada terhadap kelangsungan usaha berbagai sektor, termasuk sektor pariwisata.
Oleh karena itu, pemerintah akan berusaha dapat meminimalkan peningkatan kasus positif sehingga peningkatan kasus dapat lebih dikendalikan. “Kebijakan yang akan diambil tentunya sudah mempertimbangkan berbagai dampak termasuk terhadap sektor pariwisata,” lanjut Wiku.
Ia meminta pengertian dari semua pihak agar kondisi aman dari Covid-19 dapat terjaga. Meskipun masa libur akhir tahun sudah di depan mata. Satgas Penanganan Covid-19 saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan kementerian/lembaga terkait keputusan masa libur panjang akhir tahun 2020. Wiku memastikan pemerintah masih mengkaji keputusan yang akan diambil terkait libur panjang.
Seperti pada periode libur panjang Lebaran Idul Fitri dan Idul Adha, perayaan HUT RI, dan libur panjang akhir Oktober dan awal November. “Dari data yang kami peroleh, terdapat peningkatan kasus positif pasca-liburan panjang tersebut,” jelas Wiku Adisasmito menjawab pertanyaan media dalam konferensi pers di Istana Kepresidenan Jakarta, yang disiarkan kanal YouTube Sekretariat Presiden.
Menurut Wiku, Satgas juga memahami kondisi pelaku usaha di sektor pelaku usaha di sektor pariwisata dalam pandemi Covid-19, terutama mendekati akhir tahun (#satgascovid19 #ingat-pesanibu #jagajarak #pakaimasker #jagajarakhindarikerumunan #cucitangan #cucitangandengan-sabun). Namun demikian, perlu diketahui bahwa peningkatan kasus positif Covid-19 yang tidak terkendali juga dapat berdampak buruk pada terhadap kelangsungan usaha berbagai sektor, termasuk sektor pariwisata.
Oleh karena itu, pemerintah akan berusaha dapat meminimalkan peningkatan kasus positif sehingga peningkatan kasus dapat lebih dikendalikan. “Kebijakan yang akan diambil tentunya sudah mempertimbangkan berbagai dampak termasuk terhadap sektor pariwisata,” lanjut Wiku.
Ia meminta pengertian dari semua pihak agar kondisi aman dari Covid-19 dapat terjaga. Meskipun masa libur akhir tahun sudah di depan mata. Satgas Penanganan Covid-19 saat ini terus berkoordinasi dengan pemerintah pusat dan kementerian/lembaga terkait keputusan masa libur panjang akhir tahun 2020. Wiku memastikan pemerintah masih mengkaji keputusan yang akan diambil terkait libur panjang.
Lihat Juga :