Prime Show iNews Kamis Pukul 20.00: Covid-19 Melonjak di Ibukota, Ada Apa dengan Jakarta?
Kamis, 03 Desember 2020 - 11:02 WIB
loading...
Prime Show minggu ini membahas pandemi Covid-19 di DKI Jakarta secara tuntas bersama narasumber yaitu Epidemiolog Syafrizal Syarif dan Psikolog UI dan Wasekjen Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia Dicky Pelupessy. Foto/MNC Media
A
A
A
JAKARTA - Sembilan bulan Covid-19 merebak, jumlah kasus terkonfirmasi positif di Indonesia mencapai lebih dari setengah juta. Data Kementerian Kesehatan (Kemenkes) menyebutkan pada Rabu siang (2/12/2020) jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia sebanyak 543.975. Berarti terjadi penambahan 5.092 kasus dalam 24 jam terakhir. Di seluruh dunia jumlah kasus positif mencapai lebih dari 63 juta, Indonesia kini berada di posisi 22.
DKI Jakarta menjadi wilayah penyumbang tertinggi jumlah kasus positif Covid-19 secara nasional. Jumlah penambahan kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta mencapai 1.058 orang, sehingga akumulasi kasus positif di ibukota sampai hari ini sebanyak 137.919 kasus.
Tingginya angka kasus Covid-19 mendapat tanggapan serius dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) . Menurut Jokowi, angka-angka ini memperlihatkan bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia tengah memburuk. (Baca juga: Jokowi Kecewa Berat Penanganan COVID-19 di Indonesia Memburuk)
"Ini memburuk semuanya, karena adanya tadi kasus yang memang meningkat lebih banyak di minggu-minggu kemarin," kata Jokowi saat membuka Rapat Terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/11/2020).
Secara khusus, Jokowi menyoroti dua provinsi yang mencatatkan penambahan kasus Covid-19 tertinggi, yakni DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Dalam 2-3 hari terakhir, terjadi peningkatan jumlah kasus positif yang sangat tinggi di kedua provinsi ini.
Jokowi mengingatkan Menteri Dalam Negeri serta para Gubernur, Bupati dan Wali Kota untuk mengendalikan laju penularan Covid-19 di daerah masing-masing. Menurut Presiden, sudah menjadi tugas kepala daerah untuk melindungi keselamatan warga.
"Tugas kepala daerah adalah melindungi keselamatan warganya dan juga sudah saya sampaikan keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," ujar Jokowi. (Baca juga: 4.617 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta dan Jawa Tengah Terbanyak)
DKI Jakarta menjadi wilayah penyumbang tertinggi jumlah kasus positif Covid-19 secara nasional. Jumlah penambahan kasus positif Covid-19 di DKI Jakarta mencapai 1.058 orang, sehingga akumulasi kasus positif di ibukota sampai hari ini sebanyak 137.919 kasus.
Tingginya angka kasus Covid-19 mendapat tanggapan serius dari Presiden Joko Widodo (Jokowi) . Menurut Jokowi, angka-angka ini memperlihatkan bahwa pandemi Covid-19 di Indonesia tengah memburuk. (Baca juga: Jokowi Kecewa Berat Penanganan COVID-19 di Indonesia Memburuk)
"Ini memburuk semuanya, karena adanya tadi kasus yang memang meningkat lebih banyak di minggu-minggu kemarin," kata Jokowi saat membuka Rapat Terbatas di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (30/11/2020).
Secara khusus, Jokowi menyoroti dua provinsi yang mencatatkan penambahan kasus Covid-19 tertinggi, yakni DKI Jakarta dan Jawa Tengah. Dalam 2-3 hari terakhir, terjadi peningkatan jumlah kasus positif yang sangat tinggi di kedua provinsi ini.
Jokowi mengingatkan Menteri Dalam Negeri serta para Gubernur, Bupati dan Wali Kota untuk mengendalikan laju penularan Covid-19 di daerah masing-masing. Menurut Presiden, sudah menjadi tugas kepala daerah untuk melindungi keselamatan warga.
"Tugas kepala daerah adalah melindungi keselamatan warganya dan juga sudah saya sampaikan keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi," ujar Jokowi. (Baca juga: 4.617 Kasus Baru Covid-19, DKI Jakarta dan Jawa Tengah Terbanyak)
Lihat Juga :