Neno Warisman: Revolusi Akhlak Bukan Revolusi Bersenjata atau Revolusi Perang
Kamis, 03 Desember 2020 - 10:08 WIB
loading...
Neno Warisman diwawancarai wartawan seusai menghadiri resepsi pernikahan putri Habib Rizieq, Syarifah Najwa Shihab di Petamburan, Jakarta, Minggu (15/11/2020). Foto/Okezone/Fakhrizal Fakhri
A
A
A
JAKARTA - Neno Warisman , artis era 80-an yang tahun lalu aktif mengampanyekan #2019GantiPresiden, menyebut revolusi akhlak yang digaungkan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab bukanlah revolusi bersenjata atau perang. Menurut Neno Warisman , revolusi ini pada tatanan perilaku.
Neno yang kemarin mengikuti Dialog Nasional 212 mengaku menerima dan memahami apa yang disampaikan Habib Rizieq Shihab terkait revolusi akhlak . Menurut Neno, di dalam ukhuwah islamiyah itu ada yang disebut perilaku akhlak. Dan, di dalam akhlak itulah dikembalikan kepada asalnya bahwa ternyata sila-sila Pancasila, seluruhnya adalah kemasan akhlak. Jadi, bukan mengenai perang, melainkan bagaimana kita menjalankan Pancasila itu dalam koridor keislaman yang sama sekali tidak bertentangan dengan negara.
(Baca juga: Amien Rais Ajak Habib Rizieq Bergandengan Tangan Melenyapkan Kezaliman dan Tegakkan Keadilan ).
"Artinya, negara tidak bisa dan tidak sepatutnya pemerintah atau negara atau pengelola negara, pengelola kekuasaan itu tidak sepatutnya mencurigai prinsip-prinsip Islam atau tagline yang dibuat sebagai revolusi akhlak pada hari ini. Sama sekali tidak bertentangan bahkan telah diungkap secara eksplisit di dalam sila-sila Pancasila," ujarnya dalam video berjudul LIVE!!! REVOLUSI, IYA! TAPI BUKAN PERANG SENJATA! INI PERUBAHAN CEPAT PERILAKU PERSONAL DAN SISTEM!! yang tayang di Neno Warisman Channel, Kamis (3/12/2020).
Neno mengatakan, pergerakan dari revolusi akhlak sangat bisa diterima oleh seluruh masyarakat dimulai dari pribadi, kemudian sistem. Menurutnya, jika negara memiliki kelemahan, warga negara atau individu yang mau melakukan revolusi akhlak mengingatkan negara atau pengelola pemerintahan atau pengelola kekuasaan untuk memperbaiki. Agar perubahan itu terjadi cepat, dipilihlah kata 'revolusi'.
Neno yang kemarin mengikuti Dialog Nasional 212 mengaku menerima dan memahami apa yang disampaikan Habib Rizieq Shihab terkait revolusi akhlak . Menurut Neno, di dalam ukhuwah islamiyah itu ada yang disebut perilaku akhlak. Dan, di dalam akhlak itulah dikembalikan kepada asalnya bahwa ternyata sila-sila Pancasila, seluruhnya adalah kemasan akhlak. Jadi, bukan mengenai perang, melainkan bagaimana kita menjalankan Pancasila itu dalam koridor keislaman yang sama sekali tidak bertentangan dengan negara.
(Baca juga: Amien Rais Ajak Habib Rizieq Bergandengan Tangan Melenyapkan Kezaliman dan Tegakkan Keadilan ).
"Artinya, negara tidak bisa dan tidak sepatutnya pemerintah atau negara atau pengelola negara, pengelola kekuasaan itu tidak sepatutnya mencurigai prinsip-prinsip Islam atau tagline yang dibuat sebagai revolusi akhlak pada hari ini. Sama sekali tidak bertentangan bahkan telah diungkap secara eksplisit di dalam sila-sila Pancasila," ujarnya dalam video berjudul LIVE!!! REVOLUSI, IYA! TAPI BUKAN PERANG SENJATA! INI PERUBAHAN CEPAT PERILAKU PERSONAL DAN SISTEM!! yang tayang di Neno Warisman Channel, Kamis (3/12/2020).
Neno mengatakan, pergerakan dari revolusi akhlak sangat bisa diterima oleh seluruh masyarakat dimulai dari pribadi, kemudian sistem. Menurutnya, jika negara memiliki kelemahan, warga negara atau individu yang mau melakukan revolusi akhlak mengingatkan negara atau pengelola pemerintahan atau pengelola kekuasaan untuk memperbaiki. Agar perubahan itu terjadi cepat, dipilihlah kata 'revolusi'.
Lihat Juga :