Habib Rizieq: Revolusi Akhlak Bukan Upaya Menggulingkan Pemerintahan Sah

Rabu, 02 Desember 2020 - 14:47 WIB
loading...
Habib Rizieq: Revolusi...
Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menegaskan Revolusi Akhlak bukanlah upaya pemberontakan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab menegaskan Revolusi Akhlak bukanlah upaya pemberontakan untuk menggulingkan pemerintahan yang sah.

(Baca juga : Fadli Zon dan Sandi Sama-Sama Cocok Jadi Menteri KKP, Prabowo Pilih Siapa? )

Menurut dia, para habaib di Indonesia dididik dengan akidah Ahlusunnah wal Jama'ah yang melarang pemberontakan. Karena itu Habib Rizieq mengimbau semua pihak tidak khawatir atas Revolusi Akhlak ini. "Jangan ada yang berpikir Revolusi Akhlak itu revolusi bersenjata, atau pemberontakan, enggak betul, kami ini para habaib di Indonesia akidah Ahlusunnah wal Jama'ah, kami dididik oleh guru kami tidak boleh melakukan pemberontakan terhadap pemerintahan yang sah," jelas Habib Rizieq dalam dialog nasional 212 secara virtual, Rabu (2/12/2020). (Baca juga: Habib Rizieq Minta Maaf Soal Kerumunan di Bandara, Petamburan dan Megamendung)

Habib Rizieq menjelaskan, masyarakat mau tidak mau harus mengakui pemerintahan yang sah meskipun kekuasannya adil atau tidak adil. Namun masyarakat memiliki hak untuk mengkritik pemerintahan bila terus menerus menindas rakyat. Sebaliknya jika kebijakan pemerintah bagus maka harus diapresiasi. "Kalau sudah diterima masyrakat, suka atau tidak suka, adil atau tidak adil, kita harus mengakui ini pemerintahan, tapi kita harus objektif, keijakan yang baik harus kita apresiasi dan kita jalankan bersama, adapun kebijakan yang tidak populer, membahayakan keselamatan bangsa, kebijakan yang menindas wajib kita kritisi," tegasnya. (Baca juga: Habib Rizieq Tegaskan Revolusi Akhlak Bukan untuk Cari Kekuasaan)

Habib Rizieq menegaskan mengkritik pemerintahan yang sah bukanlah makar atau pemberontakan. Hal inilah yang harus dijelaskan ke muka publik. Karena itu, kata dia, dirinya tidak pernah ada niatan untuk melakukan hal tersebut kepada pemerintah. "Mengkritik pemerintahan yang sah bukan makar, itu bukan pemberontakan, ini yang perlu saya jelaskan, jadi gak ada niatan, kita Ahlusunnah wal Jama'ah, kita di negeri Indonesia ini darul dakwah, kita wajib mengajak orang sebanyak-banyaknya termasuk penguasa, yuk kita berbuat baik, kalau ada kemungkaran yang dilakukan pemerintah, ya kita hisbah, dari cara minimal atau maksimal, tetapi nggak boleh melakukan pemberontakan, kecuali para habaib, umat Islam dibantai," jelas dia. (Baca juga: Dialog Nasional 212, Habib Rizieq Serukan Revolusi Penegakan Hukum)

Habib kembali menegaskan, jika Revolusi Akhlak bukan revolusi berdarah-darah menjatuhkan pemerintahan yang sah. "Kita ingatkan Revolusi Akhlak jangan digambarkan revolusi berdarah-darah, revolusi menjatuhkan pemerintah yang sah, atau disebut khawarij, kita Ahlusunnah, kita selalu membuka diri, rekonsiliasi," tutupnya.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kunjungi Markas Habib...
Kunjungi Markas Habib Rizieq, Menkop Ferry Juliantono Dorong Dibentuknya Koperasi Pesantren
Pesan Menohok Dudung...
Pesan Menohok Dudung ke Habib Rizieq: Ulama Itu Meneduhkan, Mulutnya Tak Menjelekkan
Jokowi Buka Suara soal...
Jokowi Buka Suara soal Isu Keterlibatan Puan, AHY, dan Habib Rizieq di Kasus Tudingan Ijazah Palsu
Dasco dan Prasetyo Temui...
Dasco dan Prasetyo Temui Habib Rizieq di Petamburan, Ini yang Dibahas
Relawan Jokowi Tuding...
Relawan Jokowi Tuding Habib Rizieq Jadi Konsultan Gerakan Pemakzulan Gibran
Riwayat Kepangkatan...
Riwayat Kepangkatan Tito Karnavian, Mantan Kapolri yang Jadi Mendagri di Era Jokowi dan Prabowo
Pengajian Habib Rizieq...
Pengajian Habib Rizieq di Pemalang Rusuh, 5 Orang Luka-luka
Warga Karo Bangun Patung...
Warga Karo Bangun Patung Jokowi Senilai Rp2,5 Miliar, Simbol Terima Kasih
Ini Riwayat Pendidikan...
Ini Riwayat Pendidikan Seluruh Presiden Indonesia, Sudah Tahu?
Rekomendasi
Kenapa Hari Asyura Dijuluki...
Kenapa Hari Asyura Dijuluki Lebaran Anak Yatim? Begini Sejarahnya di Indonesia
Tim Kedua Kami adalah...
Tim Kedua Kami adalah Iran, Kisah Solidaritas yang Mengharukan di Piala Dunia 2026
Perbandingan Harga BBM...
Perbandingan Harga BBM Pertamina, Shell, Vivo Energy dan BP per 22 Juni 2026
Berita Terkini
Memahami Urgensi Koperasi...
Memahami Urgensi Koperasi Desa Merah Putih
Polda Metro Singgung...
Polda Metro Singgung Ada Mantan Pejabat Berupaya Hambat Kasus Roy Suryo
Jokowi Minta PSI Dukung...
Jokowi Minta PSI Dukung Prabowo-Gibran 2 Periode, AHY: Pemilu 2029 Masih Lama
Kasus Dugaan Pemerasan...
Kasus Dugaan Pemerasan Izin Tinggal WNA, Dirjen Imigrasi Minta Buka Akses Seluas-luasnya untuk KPK
AHY: Oposisi Harus Konstruktif,...
AHY: Oposisi Harus Konstruktif, Tidak Boleh Memecah Belah Bangsa
Gugat Penetapan Capres...
Gugat Penetapan Capres 2014 dan 2019, Bonatua Bawa Novum Baru ke PTUN
Infografis
Syarat Sah Hewan Kurban,...
Syarat Sah Hewan Kurban, Tidak Boleh Cacat
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved