Punya Kemampuan Komunikasi, Komjen Boy Rafli Berpeluang Jadi Kapolri

Selasa, 01 Desember 2020 - 18:30 WIB
loading...
Punya Kemampuan Komunikasi,...
Komisaris Jenderal Polisi Boy Rafli Amar. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pergantian Kapolri semakin dekat. Kapolri Jendral Pol Idham Aziz akan mengakhiri tugasnya pada Januari 2021 mendatang.Seiring dengan itu mulai bermunculan nama-nama perwira tinggi Polri yang berpeluang menduduki jabatan Kapolri menggantikan Idham.

Saat ini terdapat beberapa perwira tinggi Polri dengan pangkat Komisaris Jendral (bintang tiga) yang potensial untuk menjadi calon Kapolri pengganti Idham Aziz.

Beberapa nama yang sudah beredar di publik antara lain Komjen Listyo Sigit Prabowo saat ini menjabat sebagai Kabareskrim, alumni Akpol 1991, dengan masa dinas hingga 2027.

Komjen Rycko Amelza Dahniel yang menjabat sebagai Kabaintelkam, peraih Adhi Makayasa Akpol 1988 ini masa dinas hingga 2024. Lalu Komjen Agus Andrianto, saat ini menjabat Kabaharkam, alumni Akpol 1989, dengan masa dinas hingga 2025.

Selain itu, satu nama di luar institusi Polri yang akhir-akhir ini semakin menguat sebagai kandidat Kapolri adalah Komjen Boy Rafli Amar. Boy Rafli sekarang menjabat sebagai Kepala BNPT.

Komjen Boy Rafli Amar pernah menjabat Kadiv Humas Polri. Alumni Akpol 1988 ini memiliki masa dinas aktif hingga 2023.

Sosok lainnya adalah Komjen Gatot Eddy Pramono yang saat ini menjabat Wakapolri. Alumni Akpol 1988, dengan masa dinas aktif hingga 2023 serta Komjen Agung Budi Maryoto yang saat ini bertugas sebagai Irwasum Polri. Agung Budi alumni Akpol 1988, dengan masa dinas aktif hingga 2023.(Baca juga: Moeldoko Sebut Presiden Jokowi Punya Kunci Soal Calon Kapolri )

Pengamat intelijen dan keamanan Stanislaus Riyanta menilai Komjen Boy Rafli Amar salah satu perwira tinggi Polri yang sangat potensial menjadi Kapolri.

Dengan berbagai dinamika politik, hukum dan keamanan yang terjadi saat ini terutama isu-isu intoleran dan radikalisme terorisme maka sosok Boy Rafli sangat tepat jika dipilih menjadi Kapolri.

“Kemampuan Boy Rafli Amar sebagai anggota Polri dapat dilihat dalam rekam jejak jabatannya yang cukup baik. Selain itu masa kerja yang masih tiga tahun cukup ideal untuk menjabat sebagai Kapolri. Masa kerja ini tidak terlalu pendek dan tidak terlalu panjang. Dengan masa kerja yang ideal maka program kerja dapat dilaksanakan dengan baik dan sistem kaderisasi tetap terjaga," tutur Stanislaus Senin 30 November 2020.(Baca juga: IPW Sebut Tantangan Calon Kapolri Selanjutnya Adalah Persoalan Internal Polri )

Menurut dia, Boy Rafli Amar juga terbebas dari isu kedekatan dengan kubu tertentu."Pejabat publik yang bebas dari isu kedekatan dengan kubu tertentu akan lebih optimal dan total dalam bekerja terutama untuk kepentingan bangsa dan negara," katanya.

Dia menilai Polri perlu menguatkan hubungan dengan masyarakat sipil. Jika Kapolri terpilih nantinya mempunyai kemampuan untuk berkomunikasi dan membangun hubungan baik dengan masyarakat sipil, ini akan semakin memudahkan Polri untuk bertugas.

“Tidak ada yang meragukan sosok Boy Rafli Amar dalam komunikasi dan menjalin hubungan dengan masyarakat sipil. Boy Rafli Amar yang sangat populer dan dikenal oleh publik pada saat menjadi Kadiv Humas Polri tentu akan lebih mudah diterima oleh masyarakat," tuturnya.

Dia berharap agar Kapolri yang terpilih nanti mendapat kepercayaan dari publik yang tinggi dan dapat membuat situasi kamtibmas semakin kondusif. "Tentu saja semua hal tersebut kembali kepada Presiden yang mempunyai hak prerogatif untuk mengusulkan dan melantik Kapolri baru pengganti Idham Aziz," katanya.
(dam)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Prabowo Bertemu Kapolri...
Prabowo Bertemu Kapolri di Istana, Terima Laporan Kamtibmas-Persiapan Hari Bhayangkara 2026
Boni Hargens Sebut Presisi...
Boni Hargens Sebut Presisi Jadi Fondasi Transformasi Menyeluruh di Tubuh Polri
Kapolri Diminta Transformasi...
Kapolri Diminta Transformasi Kultur Internal Bhayangkara
Buku Sang Arsitek Presisi...
Buku Sang Arsitek Presisi Polri Ulas Kepemimpinan Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Penahanan Roy Suryo...
Penahanan Roy Suryo dan Dokter Tifa Ditangguhkan Kejaksaan, Kapolri: Kewajiban Kami Telah Selesai
Jelang Hari Bhayangkara,...
Jelang Hari Bhayangkara, Kapolri Ziarah ke Makam Gus Dur
4 Kombes Pol Digeser...
4 Kombes Pol Digeser Kapolri ke Dirreskrimum Polda pada Mutasi 7 Mei 2026
22 Pati dan Pamen Dimutasi...
22 Pati dan Pamen Dimutasi Kapolri ke Polda Luar Jawa, Ada Irjen Pol hingga AKBP
Rekomendasi
Kantongi Pendanaan USD11,3...
Kantongi Pendanaan USD11,3 Juta, FLOQ Pacu Integrasi Teknologi Blockchain
Kredit Pintar dan AFPI...
Kredit Pintar dan AFPI Edukasi Mahasiswa Kelola Keuangan Digital
EV Services: Membangun...
EV Services: Membangun Ekosistem Kendaraan Listrik yang Semakin Terintegrasi
Berita Terkini
Minta Dasco hingga Prabowo...
Minta Dasco hingga Prabowo Beri Atensi Kasus Ijazah Palsu, Ade Darmawan: Jokowi Telah Didiskriminasi
Jumhur Bertemu Co-Chair...
Jumhur Bertemu Co-Chair IAPB, Dukung Indonesia Kembangkan Biodiversity Credit
Pengacara: Penangkapan...
Pengacara: Penangkapan Roy Suryo-Tifa seperti Penculikan para Jenderal di Film
Kapal Induk Garibaldi...
Kapal Induk Garibaldi dan Masa Depan Strategi Maritim Indonesia
Pengacara Roy Suryo:...
Pengacara Roy Suryo: Kami Sudah Siapkan Bukti-bukti Kuat di Sidang Kasus Ijazah Jokowi
Jokowi Bakal Hadir di...
Jokowi Bakal Hadir di Sidang Roy Suryo-Dokter Tifa, Kuasa Hukum: Kalau 100% Terlalu Dini
Infografis
6 Pulau yang Jadi Target...
6 Pulau yang Jadi Target Invasi Darat AS di Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved