Dukungan Keluarga Kunci Utama Kembangkan Kemampuan Penyandang Disabilitas
Selasa, 01 Desember 2020 - 06:11 WIB
loading...
A
A
A
Anne menambahkan, setiap manusia kreatif, termasuk anak-anak penyandang disabilitas. Mereka memiliki kreativitas sama dengan yang lain. Hal ini terbukti dari video-video hasil karya penyandang disabilitas yang telah diunggah di website creativedisabilitiesgallery.com. Para penyandang disabilitas juga bisa beradaptasi pada industri 4.0 atau era digital.
Anne yang juga sebagai Ketua Dewan Penasihat Creative Business Of Difable Community (CIDCO), menceritakan berdasarkan pengalamannya, setiap manusia ada kepekaan baik sensorik, motorik maupun visual. Menariknya, di kalangan penyandang disabilitas seperti autistik cenderung memiliki kepekaan visual, down syndrome memiliki kepekaan motorik contohnya ahli di bidang seni tari. “Hal yang lebih menarik lagi ketika tuna rungu bisa menari hanya dengan melihat ketukan,” ucapnya.
Di akhir segmen, Grace berpesan agar para orang tua yang memiliki anak penyandang disabilitas agar tetap kuat dan semangat. “Orang tua harus kuat dan semangat. Kita beri yang terbaik untuk anak-anak penyandang disabilitasi dimanapun berada,” katanya.
Pada kesempatan ini, Grace dan Anne menyapa secara virtual para penyandang disabilitas yang tergabung dalam Indonesia Rare Disorder dari beberapa wilayah. (Baca juga: Elena Krawzow, Atlet Disabilitas Pertama Jadi Model Sampul Majalah Dewasa )
Acara Disabilities Show ini juga menghadirnya Widelya, penyandang disabilitas yang memiliki talenta melukis. Selain itu, ada juga demo terapi okupasi untuk memberikan stimulasi kepada penyandang disabilitas agar mampu melakukan kegiatan sehari-hari seperti perawatan diri, pengembangan diri dan hingga latihan fisik menggunakan alat bantu.
Hari Disabilitas Internasional 2020 mengangkat tema 'Membangun Kembali Kehidupan yang Lebih Baik, Lebih Inklusif, Lebih Aksesibel dan Berkelanjutan Pascapandemi Covid-19.'
Rangkaian kegiatan Peringatan HDI dilakukan sepanjang November hingga Desember dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian untuk penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas.
Anne yang juga sebagai Ketua Dewan Penasihat Creative Business Of Difable Community (CIDCO), menceritakan berdasarkan pengalamannya, setiap manusia ada kepekaan baik sensorik, motorik maupun visual. Menariknya, di kalangan penyandang disabilitas seperti autistik cenderung memiliki kepekaan visual, down syndrome memiliki kepekaan motorik contohnya ahli di bidang seni tari. “Hal yang lebih menarik lagi ketika tuna rungu bisa menari hanya dengan melihat ketukan,” ucapnya.
Di akhir segmen, Grace berpesan agar para orang tua yang memiliki anak penyandang disabilitas agar tetap kuat dan semangat. “Orang tua harus kuat dan semangat. Kita beri yang terbaik untuk anak-anak penyandang disabilitasi dimanapun berada,” katanya.
Pada kesempatan ini, Grace dan Anne menyapa secara virtual para penyandang disabilitas yang tergabung dalam Indonesia Rare Disorder dari beberapa wilayah. (Baca juga: Elena Krawzow, Atlet Disabilitas Pertama Jadi Model Sampul Majalah Dewasa )
Acara Disabilities Show ini juga menghadirnya Widelya, penyandang disabilitas yang memiliki talenta melukis. Selain itu, ada juga demo terapi okupasi untuk memberikan stimulasi kepada penyandang disabilitas agar mampu melakukan kegiatan sehari-hari seperti perawatan diri, pengembangan diri dan hingga latihan fisik menggunakan alat bantu.
Hari Disabilitas Internasional 2020 mengangkat tema 'Membangun Kembali Kehidupan yang Lebih Baik, Lebih Inklusif, Lebih Aksesibel dan Berkelanjutan Pascapandemi Covid-19.'
Rangkaian kegiatan Peringatan HDI dilakukan sepanjang November hingga Desember dengan tujuan untuk meningkatkan kesadaran dan kepedulian untuk penghormatan, perlindungan dan pemenuhan hak penyandang disabilitas.
Lihat Juga :