Demokrasi Sedang Tertekan, Kemenangan Atas Komunisme Berumur Pendek

Senin, 30 November 2020 - 17:14 WIB
loading...
Demokrasi Sedang Tertekan,...
Kemenangan demokrasi atas komunisme yang ditandai dengan runtuhnya tembok Berlin dan jatuhnya Uni Sovyet ternyata hanya berumur pendek setelah China membuktikan diri mampu menandingi AS. Foto/pixabay
A A A
JAKARTA - Dalam kurun waktu 4-5 tahun ke belakang, demokrasi di seluruh dunia sedang mengalami tekanan. Salah satu penyebabnya adalah lahirnya pemimpin-pemimpin populis. Direktur Eksekutif Centre for Strategic and International Studies (CSIS) Philips Vermonte menerangkan salah satu titik balik situasi ini saat terpilihnya Donald Trump sebagai presiden di Amerika Serikat pada 2016.

Dia menyatakan tidak bermaksud mengevaluasi Amerika Serikat, tetapi ada kesamaan dari negara-negara yang melahirkan pemimpin populis. Kesamaannya itu, ada masyarakat atau pemilih yang marah dengan berbagai situasi, seperti politik, ekonomi, dan sosial.

“Ini semacam gelombang balik. Ketika Tembok Berlin roboh dan Uni Soviet bubar, banyak orang bilang sejarah telah berhenti. Kapitalisme menang,” ujarnya dalam diskusi daring dengan tema 72 Tahun Deklarasi Universal HAM: Refleksi atas Perkembangan Budaya HAM di Indonesia, Senin (30/11/2020).

(Baca: Pemerintah Klaim Indeks Demokrasi Indonesia 2019 Tertinggi Dalam 11 Tahun)

Kenyataannya sejarah tetap berjalan. Philips menyebut kemenangan sistem demokrasi barat terhadap komunisme berumur pendek. Mungkin sekitar 10 tahun, mulai dari tahun 1990 hingga 2000.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yusril Bicara Kedekatan...
Yusril Bicara Kedekatan Prabowo-Trump, Sebut Hubungan RI-AS Tak Sekadar Urusan Pemerintah
Menata Demokrasi Produktif...
Menata Demokrasi Produktif untuk Kesejahteraan Lintas Generasi
28 Tahun Reformasi 1998:...
28 Tahun Reformasi 1998: Demokrasi Tumbuh, Oligarki Menguat, Keadilan Sosial Masih Diperebutkan
Kebangkitan Nasional...
Kebangkitan Nasional dengan Meningkatkan Kohesi Sosial
Manuver Dua Kaki China...
Manuver Dua Kaki China di Panggung Global
Pakar Hubungan Internasional:...
Pakar Hubungan Internasional: China Punya Kepentingan Redam Konflik AS-Iran
Trump Klaim Tidak Ada...
Trump Klaim Tidak Ada Batasan pada Kekuasaannya
Langkah Mengejutkan,...
Langkah Mengejutkan, Partai Komunis Kuba Bersedia Buka Ekonomi Menuju Pasar Bebas
Jurnalis AS: Trump Tak...
Jurnalis AS: Trump Tak Konsultasi dengan Israel soal Iran untuk Lemahkan Posisi Netanyahu
Rekomendasi
Universitas Brawijaya...
Universitas Brawijaya Tembus Peringkat 616 Dunia di QS WUR 2027
Mandatori B50 Buka Peluang...
Mandatori B50 Buka Peluang Swasembada Energi dan Jadikan Indonesia Pionir Energi Bersih
Bitcoin Melemah Usai...
Bitcoin Melemah Usai FOMC, Indodax Ingatkan Manajemen Risiko
Berita Terkini
Ubedilah Badrun Sebut...
Ubedilah Badrun Sebut Gerakan Mahasiswa Murni, Tidak Ditunggangi Kepentingan Politis
Mantan Wakapolri: Polisi...
Mantan Wakapolri: Polisi yang Bawa Dokter Tifa ke RS Polri Pernah Dampingi Eggi Sudjana dan Damai Hari Lubis Temui Jokowi
PPM sebagai Solusi Ketahanan...
PPM sebagai Solusi Ketahanan Nasional di Bawah Naungan Bacadnas
Di Hadapan Pimpinan...
Di Hadapan Pimpinan DPR, Mahasiswa Minta Pemerintah Tak Mainkan Isu Perut Rakyat
Roy Suryo dan Dokter...
Roy Suryo dan Dokter Tifa Dirawat Inap Atas Rekomendasi Dokter
UU Polri Baru Akomodasi...
UU Polri Baru Akomodasi Penyetaraan Hak dan Humanis Tangani Unjuk Rasa
Infografis
Rama Duwaji, Istri dan...
Rama Duwaji, Istri dan Otak di Balik Kemenangan Zohran Mamdani
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved