Penanganan Pandemi Covid-19, Pemerintah Jangan Sampai Kendur
Senin, 30 November 2020 - 07:09 WIB
loading...
A
A
A
"Kepada pemerintah, saya mengingatkan agar tetap tidak kendur dalam penanganan Covid-19. Tegakkan pelaksanaan protokol kesehatan dan aturan hukum dengan tegas dan adil," kata Gus Yaqut, panggilan akrab sang ketua umum.
Sikap tegas pemerintah tersebut, menurut Gus Yaqut, sangat penting agar penanganan virus yang telah menjangkiti seluruh negara di dunia ini bisa segera teratasi. Apalagi hingga kini vaksin yang terbukti ampuh melawan virus ini juga belum tersedia. Ansor juga meminta pemerintah untuk melakukan deteksi dini dengan mencegah potensi kerumunan yang dilakukan oleh suatu kelompok masyarakat. Berpijak pada kasus yang telah terjadi seperti di Petamburan, Tebet, tempat-tempat wisata saat libur panjang, kerumunan massa sangat rentan menjadi sarana penyebaran baru virus ini. (Baca juga: Seleksi Guru PPPK, Guru Wajib Terdata di Dapodik)
"Cegah dan jangan beri izin kepada siapa pun yang rencana kegiatannya berpotensi menimbulkan kerumunan dan penularan Covid-19. Ingat kaidah dar'ul mafasid muqoddamun 'ala jalbil masholih, mencegah kerusakan atau bahaya harus lebih diutamakan daripada mengambil kemanfaatan," katanya.
Di tengah situasi yang masih dalam keterbatasan ini, Ansor mengajak tokoh-tokoh masyarakat untuk bahu-membahu bergandengan tangan dalam menghadapi pandemi ini. Dia meminta para tokoh untuk bertanggung jawab dan memberi teladan kepada masyarakat.
“Jangan beri contoh buruk dengan mengabaikan protokol kesehatan. Jangan menyelenggarakan kegiatan yang meskipun niatnya baik, tetapi berpotensi menimbulkan kerumunan dan penyebaran virus korona. Jangan mengorbankan keselamatan masyarakat," ujar Gus Yaqut.
Sikap tegas pemerintah tersebut, menurut Gus Yaqut, sangat penting agar penanganan virus yang telah menjangkiti seluruh negara di dunia ini bisa segera teratasi. Apalagi hingga kini vaksin yang terbukti ampuh melawan virus ini juga belum tersedia. Ansor juga meminta pemerintah untuk melakukan deteksi dini dengan mencegah potensi kerumunan yang dilakukan oleh suatu kelompok masyarakat. Berpijak pada kasus yang telah terjadi seperti di Petamburan, Tebet, tempat-tempat wisata saat libur panjang, kerumunan massa sangat rentan menjadi sarana penyebaran baru virus ini. (Baca juga: Seleksi Guru PPPK, Guru Wajib Terdata di Dapodik)
"Cegah dan jangan beri izin kepada siapa pun yang rencana kegiatannya berpotensi menimbulkan kerumunan dan penularan Covid-19. Ingat kaidah dar'ul mafasid muqoddamun 'ala jalbil masholih, mencegah kerusakan atau bahaya harus lebih diutamakan daripada mengambil kemanfaatan," katanya.
Di tengah situasi yang masih dalam keterbatasan ini, Ansor mengajak tokoh-tokoh masyarakat untuk bahu-membahu bergandengan tangan dalam menghadapi pandemi ini. Dia meminta para tokoh untuk bertanggung jawab dan memberi teladan kepada masyarakat.
“Jangan beri contoh buruk dengan mengabaikan protokol kesehatan. Jangan menyelenggarakan kegiatan yang meskipun niatnya baik, tetapi berpotensi menimbulkan kerumunan dan penyebaran virus korona. Jangan mengorbankan keselamatan masyarakat," ujar Gus Yaqut.
Lihat Juga :