Indonesia Ajak ASEAN Kerja Sama Tanggulangi Pandemi COVID-19
Jum'at, 27 November 2020 - 19:38 WIB
loading...
A
A
A
Lebih lanjut, Doni menyampaikan, Indonesia terus mendukung penuh upaya bersama untuk mewujudkan penyelenggaraan penanggulangan bencana yang lebih baik di kawasan ASEAN, termasuk keterlibatan dan dukungan dari mitra ASEAN. (Baca juga: A ngka Kematian akibat Covid-19 Pun Mencatat Rekor Baru )
"Tetapi yang terpenting adalah kesatuan dan kebersamaan kita karena saya yakin dalam melakukan penanggulangan bencana, sebagai sebuah negara, prestasi sejati hanya akan tercapai jika kita maju bersama dan tidak meninggalkan siapa pun," katanya.
Pada kesempatan itu, Kepala BNPB menyampaikan ajakan untuk para menteri dan pejabat dari negara-negara ASEAN untuk berpartisipasi pada 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) yang akan digelar di Bali, pada Mei 2022 mendatang.
Sementara itu, Doni menyampaikan pembelajaran penanganan pandemi di Tanah Air. "Kerja sama dan koordinasi yang komprehensif ini telah membawa Indonesia dapat mengurangi jumlah korban jiwa," ujarnya.
Pada minggu ketiga November 2020, Indonesia telah melakukan testing hingga mencapai sekitar 239.000 atau 88,6% dari standar WHO. Situasi yang luar biasa tesebut menjadi tantangan besar kepada Indonesia.
"Tetapi yang terpenting adalah kesatuan dan kebersamaan kita karena saya yakin dalam melakukan penanggulangan bencana, sebagai sebuah negara, prestasi sejati hanya akan tercapai jika kita maju bersama dan tidak meninggalkan siapa pun," katanya.
Pada kesempatan itu, Kepala BNPB menyampaikan ajakan untuk para menteri dan pejabat dari negara-negara ASEAN untuk berpartisipasi pada 7th Global Platform for Disaster Risk Reduction (GPDRR) yang akan digelar di Bali, pada Mei 2022 mendatang.
Sementara itu, Doni menyampaikan pembelajaran penanganan pandemi di Tanah Air. "Kerja sama dan koordinasi yang komprehensif ini telah membawa Indonesia dapat mengurangi jumlah korban jiwa," ujarnya.
Pada minggu ketiga November 2020, Indonesia telah melakukan testing hingga mencapai sekitar 239.000 atau 88,6% dari standar WHO. Situasi yang luar biasa tesebut menjadi tantangan besar kepada Indonesia.
Lihat Juga :