Politikus Gerindra Minta Menag Perjuangkan Relaksasi Ibadah di Masjid

Senin, 11 Mei 2020 - 17:27 WIB
loading...
Politikus Gerindra Minta...
Umat Islam mengikuti ibadah salat tarawih pertama di salah satu masjid yang terletak di kawasan Kenjeran, Surabaya, Jawa Timur, Kamis (23/4/2020). Foto/SINDOnews/Ali Masduki
A A A
JAKARTA - Wakil Ketua Komisi VIII DPR dari Fraksi Partai Gerindra Laksdya TNI (Purn) Moekhlas Sidik meminta agar Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi dapat memperjuangkan gagasannya untuk merelaksasi masjid saat pandemi Covid-19. Menurutnya, masjid adalah simbol agama Islam. Social/physical distancing bisa tetap diterapkan bergantung pada manajemen masjid masing-masing.

"Pertama kami bicara soal masjid, Pak. Kami tadinya diam-diam karena setelah ada kelonggaran atau relaksasi masjid bisa dibuka, tetapi faktanya tidak. Kami orang dari kampung, orang dari desa, Pak dan kami punya masjid, masjid adalah sebuah simbol keislaman kita. Bahkan, agak ekstrem sedikit masjid adalah kebanggaan kita sebagai umat Islam. Membangun masjid dengan susah payah tahu-tahu sekarang ditutup begitu saja," kata Moekhlas dalam Rapat Kerja (Raker) Virtual dengan Menag dan Wakil Menag, Senin (11/5/2020).

Menurut dia, padat tidaknya masjid itu bergantung pada manajemennya, bukan dengan menutup atau membuka masjid itu. Dia pun mencontohkan Kantor Kemenag yang tetap dibuka, itu semua karena kebijakan manajemennya. Termasuk juga Istana Kepresidenan yang tetap dibuka.

“Yang diatur adalah manajemennya. Misalnya soal jarak di dalam kantor. Bahkan kalau waktu kerja, Pak, kantor kami, tentara bisa 12 jam Pak, kantor-kantor normatif cuma 8 jam. Sedangkan masjid sangat sedikit waktunya mungkin Zuhur setengah jam, Asar setengah jam." (Baca juga: Menag Akui Rencanakan Relaksasi di Rumah Ibadah ).

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini menilai bahwa pembatasan jam operasional masjid ini keliru. Semestinya, masjid tetap harus selalu buka, hanya saja pengaturan salatnya yang diatur sehingga tidak berkerumun dan tetap bisa menjaga jarak antarmanusia. "Menurut saya manajamen yang keliru, menurut saya tetap dibuka, tetapi pengaturan waktu salat diatur, Pak," ujar Moekhlas.

Karena itu, dia menyarankan agar gagasan relaksasi rumah ibadah ini diperjuangkan oleh Menag. Jangan sampai pemerintah berdiam saja. Dia pun meminta Menag mengajak bicara MUI tentang hal ini. (Baca juga: Pemerintah Pusat Upayakan Tak Ada Pingpong Kasus Corona Antar Daerah ).
(zik)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kasus Kuota Haji, KPK...
Kasus Kuota Haji, KPK Panggil Bos Maktour Hari Ini
Kemenag Dukung MUI Desak...
Kemenag Dukung MUI Desak Aturan Tegas Jerat Pelaku LGBT
Ditahan KPK, Asrul Azis...
Ditahan KPK, Asrul Azis Tersangka Baru Kasus Kuota Haji Ajukan Praperadilan ke PN Jaksel
Stafsus Menag: Kunjungan...
Stafsus Menag: Kunjungan Presiden Jerman ke Istiqlal Perkuat Diplomasi Agama RI-Jerman
KPK Panggil 2 Tersangka...
KPK Panggil 2 Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji
Kemenag Catat 2 Juta...
Kemenag Catat 2 Juta Hewan Kurban Senilai Rp18,28 Triliun Dipotong saat Iduladha
Bangun MIN 5 Pidie Jaya...
Bangun MIN 5 Pidie Jaya yang Hanyut Akibat Banjir, Kemenag Alokasikan Rp12 Miliar
Kisah Perjuangan Putri...
Kisah Perjuangan Putri Buruh Terasi Rembang Raih Doktor dari UIN Walisongo
Stafsus Menag Sayangkan...
Stafsus Menag Sayangkan Pembubaran Kemah Pemuda Ahmadiyah di Karanganyar
Rekomendasi
Aksi Bersih dan Penghijauan...
Aksi Bersih dan Penghijauan dalam Memperingati HLH 2026, NHM Ajak Masyarakat Jaga Lingkungan Bersama
Brantas Abipraya Kebut...
Brantas Abipraya Kebut Penyelesaian Akhir Sekolah Rakyat Jabar II, DPR Optimistis Segera Operasional
Nobar Piala Dunia 2026...
Nobar Piala Dunia 2026 Berlatar Laut Flores Jadi Pengalaman Langka
Berita Terkini
Bertemu Prabowo, Presiden...
Bertemu Prabowo, Presiden Jerman Singgung Deklarasi Jakarta Tahun 2012
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman...
Prabowo Sebut Indonesia-Jerman Sepakat Konflik Harus Diselesaikan lewat Perundingan
Selain Bos Maktour,...
Selain Bos Maktour, KPK Panggil Tiga Saksi Lain Kasus Kuota Haji
Pertemuan Prabowo dengan...
Pertemuan Prabowo dengan Steinmeier Perkuat 75 Tahun Diplomatik Indonesia-Jerman
Ketua Dewan Pers Komaruddin...
Ketua Dewan Pers Komaruddin Hidayat Tekankan Sikap Kritis dan Konstruktif Media Massa
Kepala BPOM: Masa Depan...
Kepala BPOM: Masa Depan Indonesia Ditentukan SDM Unggul, Bukan Lagi Kekayaan SDA
Infografis
5 Kapal Perang Paling...
5 Kapal Perang Paling Canggih di ASEAN
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved