Pandemi Covid-19, LAN Ubah Strategi Pengembangan Kompetensi ASN
Rabu, 25 November 2020 - 21:10 WIB
loading...
A
A
A
Namun, Agus mengakui, baru 0,47 ASN berusia di atas 45 tahun di Indonesia yang dapat mengakses platform digitalisasi sistem peningkatan kompetensi ASN yang merupakan hasil kajian Pusat Pelatihan dan Pengembangan dan Pemetaan Kompetensi ASN (Puslatbang PKASN) tersebut. "Sisanya, masih mengalami gagap teknologi maupun terkendala masalah teknis jaringan internet," ujar Agus.
Agus menyebutkan, jumlah ASN di Indonesia saat ini sebanyak 4 juta orang dan 19 persen di antaranya merupakan ASN berusia 45-60 tahun. Artinya, masih ada ratusan ribu ASN berusia 45-60 tahun di Indonesia yang kesulitan mengakses digitalisasi sistem peningkatan kompetensi ASN
Meski begitu, Agus mengatakan, strategi dan pergeseran orientasi dalam upaya pengembangan kompetensi ASN tersebut perlu diakomodasi sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebutuhan kompetensi teknis dalam penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan ASN di Indonesia.
"E-learning mengubah yang tadinya dilakukan semuanya secara klasikal (tatap muka atau luring). Berubah jadi 10 persennya saja yang klasikal. Sisanya, nonklasikal (daring). Pola pembelajaran ini berubah dimulai dari 2019. Pandemi ini mendorong semua orang untuk ke e-learning," terangnya.
(Baca juga: Libur Akhir Tahun Dipotong, Tidak Terkecuali Jatah Vakansi PNS ).
Selain itu, platform digitalisasi sistem peningkatan kompetensi ASN itu pun dinilainya sangat bermanfaat, khususnya jika dikaitkan dan tanggung jawab LAN dalam mengembangkan kompetensi ASN secara nasional dan membina instansi pemerintah penyelenggara pelatihan.
Agus menyebutkan, jumlah ASN di Indonesia saat ini sebanyak 4 juta orang dan 19 persen di antaranya merupakan ASN berusia 45-60 tahun. Artinya, masih ada ratusan ribu ASN berusia 45-60 tahun di Indonesia yang kesulitan mengakses digitalisasi sistem peningkatan kompetensi ASN
Meski begitu, Agus mengatakan, strategi dan pergeseran orientasi dalam upaya pengembangan kompetensi ASN tersebut perlu diakomodasi sebagai bahan pertimbangan dalam menyusun kebutuhan kompetensi teknis dalam penyelenggaraan pelatihan dan pengembangan ASN di Indonesia.
"E-learning mengubah yang tadinya dilakukan semuanya secara klasikal (tatap muka atau luring). Berubah jadi 10 persennya saja yang klasikal. Sisanya, nonklasikal (daring). Pola pembelajaran ini berubah dimulai dari 2019. Pandemi ini mendorong semua orang untuk ke e-learning," terangnya.
(Baca juga: Libur Akhir Tahun Dipotong, Tidak Terkecuali Jatah Vakansi PNS ).
Selain itu, platform digitalisasi sistem peningkatan kompetensi ASN itu pun dinilainya sangat bermanfaat, khususnya jika dikaitkan dan tanggung jawab LAN dalam mengembangkan kompetensi ASN secara nasional dan membina instansi pemerintah penyelenggara pelatihan.
Lihat Juga :