Penangkapan Edhy Prabowo Dipimpin Novel Baswedan, Penyelidikan Sejak 2 Bulan Lalu

Rabu, 25 November 2020 - 11:51 WIB
loading...
Penangkapan Edhy Prabowo...
Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memimpin tim gabungan penyelidik dan penyidik menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Edhy Prabowo. Foto/SINDOnews
A A A
JAKARTA - Penyidik senior Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan memimpin tim gabungan penyelidik dan penyidik menangkap Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Edhy Prabowo pada Rabu (25/11/2020) dini hari setelah penyelidikan lebih dua bulan.

"Benar, tim yang menangkap EP (Edhy Prabowo), Menteri KKP dan beberapa orang termasuk istrinya EP di Bandara Soetta dini hari tadi dipimpin Bang Novel (Novel Baswedan). Ini masih pemeriksaan di Gedung MP (Merah Putih) KPK," ujar sumber internal Bidang Penindakan KPK kepada KORAN SINDO dan MNC News Portal. (Baca juga: Ini Sosok Edhy Prabowo, Orang Kepercayaan Prabowo Subianto yang Ditangkap KPK)

Sumber ini melanjutkan, sebelum penangkapan dilakukan, maka tim telah beberapa kali melakukan pemantauan atas keberadaan Edhy Prabowo. Tim mendapatkan kabar bahwa Edhy sedang melakukan lawatan ke luar negeri termasuk Amerika Serikat. Pada Selasa (24/11/2020) malam, tim lebih kemudian memastikan waktu kedatangan Edy dkk dari lawatan di Negeri Paman Sam.

"Malam hari setelah habis Isya, tim sudah bersiap di Gedung Merah Putih. Karena dapat info bahwa pesawat yang ditumpangi Menteri EP tiba sekitar pukul 01.30-an di Indonesia dari Amerika. Setelah infonya valid, tim meluncur ke Bandara. Jadi malam hari Bang Novel dan tim lakukan breafing," bebernya. (Baca juga: KPK: Menteri Edhy Prabowo Ditangkap Terkait Ekspor Benih Lobster)

Lebih lanjut sumber ini mengungkapkan, penangkapan terhadap Edy dan beberapa orang lain dilakukan setelah melalui proses pemantauan atas komunikasinya dengan beberapa pihak. Proses ini masuk dalam rangkaian penyelidikan. Penyelidikan dilakukan setelah sebelumnya hasil telaah dan analisis oleh tim Direktorat Pengaduan Masyarakat (Dumas) memperoleh informasi dan laporan dari masyarakat. "Penyelidikan kasus yang terkait dengan ekspor benih lobster atau benur ini sudah sekitar dua bulanan. Sebelumnya KPK sudah terima dulu pengaduan dari masyarakat," ucapnya. (Baca juga: KPK Tangkap Menteri Edhy Prabowo Bersama Keluarga di Bandara Soetta)
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Rekomendasi
Jerman Bantai Curacao...
Jerman Bantai Curacao 7-1, Der Panzer Meledak di Laga Perdana Piala Dunia 2026
Turnamen Futsal Bertajuk...
Turnamen Futsal Bertajuk Okezone National Championship 2026 Seri Jabodetabek Selesai Digelar
Sensus Ekonomi 2026...
Sensus Ekonomi 2026 Resmi Dimulai Besok 15 Juni 2026, Usaha Nasional Didata Tanpa Terkecuali
Berita Terkini
Presiden Jerman Kunjungi...
Presiden Jerman Kunjungi Indonesia, Dijadwalkan ke Istiqlal dan Katedral
Walhi Minta Pembahasan...
Walhi Minta Pembahasan Revisi UU HAM Ditunda
WNI Dianiaya di Malaysia,...
WNI Dianiaya di Malaysia, Kemlu Sebut 4 Pelaku Sudah Diamankan
Prabowo Panggil Purbaya...
Prabowo Panggil Purbaya hingga Bahlil ke Kertanegara, Ini yang Dibahas
PBNU Gelar Munas dan...
PBNU Gelar Munas dan Konbes di Ploso Kediri pada 20-23 Juni 2026, Presiden Prabowo Diundang
PKB Jabar Fest, Gus...
PKB Jabar Fest, Gus Muhaimin: Kita Tak Butuh Pemimpin Pencitraan
Infografis
25 Kali Karhutla terjadi...
25 Kali Karhutla terjadi di Aceh dalam Waktu 2 Bulan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved