Menag: Agama Sering Dipakai untuk Ciptakan Intoleransi dan Tindakan Ekstrem
Selasa, 24 November 2020 - 20:07 WIB
loading...
A
A
A
"Sudah saatnya negara dan bangsa-bangsa yang menghormati agama sebagai landasan toleransi, perdamaian dan kemanusiaan. Bekerjasama, agar agama pada hakikatnya yang sejati dan terhormat. Kita tidak boleh kalah terhadap kelompok-kelompok yang justru melecehkan nilai luhur agama," tegas Fachrul.
Selain itu dalam semangat hari toleransi Internasional, Fachrul mengajak semua masyarakat untuk melihat dan belajar toleransi dari Uni Emirat Arab.
"Hari ini kita akan melihat Uni Emirat Arab, negara sahabat Indonesia dan sahabat kita semua yang walaupun kita terpisah jarak yang jauh, namun dalam komitmen toleransi beragama ternyata kita memiliki banyak kedekatan dan kesamaan," ungkapnya.
"Saatnya kita keluar dari kungkungan stereotip negatif yang ditanamkan kelompok-kelompok anti toleransi, anti perdamaian, agar kita dapat saling belajar dan bekerja sama lintas bangsa, lintas negara untuk toleransi dan perdamaian bagi dunia. Dengan demikian, agama memberikan kepada hakikatnya yang mulia, agama sebagai rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam semesta," tegas Fachrul.
Selain itu dalam semangat hari toleransi Internasional, Fachrul mengajak semua masyarakat untuk melihat dan belajar toleransi dari Uni Emirat Arab.
"Hari ini kita akan melihat Uni Emirat Arab, negara sahabat Indonesia dan sahabat kita semua yang walaupun kita terpisah jarak yang jauh, namun dalam komitmen toleransi beragama ternyata kita memiliki banyak kedekatan dan kesamaan," ungkapnya.
"Saatnya kita keluar dari kungkungan stereotip negatif yang ditanamkan kelompok-kelompok anti toleransi, anti perdamaian, agar kita dapat saling belajar dan bekerja sama lintas bangsa, lintas negara untuk toleransi dan perdamaian bagi dunia. Dengan demikian, agama memberikan kepada hakikatnya yang mulia, agama sebagai rahmatan lil alamin, rahmat bagi seluruh alam semesta," tegas Fachrul.
(maf)
Lihat Juga :