Menag: Agama Sering Dipakai untuk Ciptakan Intoleransi dan Tindakan Ekstrem
Selasa, 24 November 2020 - 20:07 WIB
loading...
Menteri Agama (Menag) Fachrul Razi menegaskan, negara-negara di seluruh dunia harus menjadikan agama sebagai landasan toleransi, perdamaian, dan kemanusiaan. Foto/SINDOnews
A
A
A
JAKARTA - Menteri Agama ( Menag ) Fachrul Razi menegaskan, negara-negara di seluruh dunia harus menjadikan agama sebagai landasan toleransi, perdamaian, dan kemanusiaan. Sehingga tidak ada lagi kesenjangan antar agama.
(Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)
Pasalnya, kata Fachrul, agama kini sering dipakai untuk menciptakan intoleransi dan memicu ekstremisme. (Baca juga: Menag Minta Akademisi dan Kampus Jadi Garda Terdepan Dukung Wakaf Nasional)
"Seperti jamak kita ketahui, bahwa agama sering dipakai untuk menciptakan intoleransi dan memicu intoleransi dan tindakan ekstremisme lainnya," kata Menag dalam sambutannya dalam diskusi secara virtual dalam agenda Sebuah Narasi Baru Toleransi Keluarga Abrahamik dari Uni Emirat Arab, Selasa (24/11/2020).
"Bahkan kelompok-kelompok di dunia banyak yang menggunakan agama untuk menyebarkan intoleransi, kebencian dan permusuhan. Mereka bahkan mampu kerja sama antar lintas batas negara," tambah Fachrul.
(Baca juga: Terbukti, Imunisasi Berhasil Cegah Penyakit Menular)
Fachrul pun menegaskan sudah saatnya negara-negara di dunia harus melihat toleransi dan perdamaian yang lebih besar. "Sudah saatnya kita melihat toleransi dan perdamaian lebih besar dari kita sendiri, lebih besar daripada negara masing-masing," ujarnya.
(Klik ini untuk ikuti survei SINDOnews tentang Calon Presiden 2024)
Pasalnya, kata Fachrul, agama kini sering dipakai untuk menciptakan intoleransi dan memicu ekstremisme. (Baca juga: Menag Minta Akademisi dan Kampus Jadi Garda Terdepan Dukung Wakaf Nasional)
"Seperti jamak kita ketahui, bahwa agama sering dipakai untuk menciptakan intoleransi dan memicu intoleransi dan tindakan ekstremisme lainnya," kata Menag dalam sambutannya dalam diskusi secara virtual dalam agenda Sebuah Narasi Baru Toleransi Keluarga Abrahamik dari Uni Emirat Arab, Selasa (24/11/2020).
"Bahkan kelompok-kelompok di dunia banyak yang menggunakan agama untuk menyebarkan intoleransi, kebencian dan permusuhan. Mereka bahkan mampu kerja sama antar lintas batas negara," tambah Fachrul.
(Baca juga: Terbukti, Imunisasi Berhasil Cegah Penyakit Menular)
Fachrul pun menegaskan sudah saatnya negara-negara di dunia harus melihat toleransi dan perdamaian yang lebih besar. "Sudah saatnya kita melihat toleransi dan perdamaian lebih besar dari kita sendiri, lebih besar daripada negara masing-masing," ujarnya.
Lihat Juga :