Imbas Pandemi Covid-19, Biaya Umrah dan Haji Plus Diprediksi Naik 30%

Selasa, 24 November 2020 - 09:43 WIB
loading...
Imbas Pandemi Covid-19,...
Wasekjen Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus Firman Taufik memprediksi biaya ibadah umrah dan haji mengalami kenaikan hingga 30%. Foto/reuters
A A A
JAKARTA - Arab Saudi telah membuka kembali penyelenggaraan ibadah umrah. Antusiasme umat muslim Indonesia sempat tinggi saat masa awal pembukaan. Hingga kini, Indonesia sudah memberangkat jamaah umrah dalam empat gelombang, yakni 1, 3, 8, dan 22 November 2020.

Wasekjen Himpunan Penyelenggara Umrah dan Haji Khusus Firman Taufik mengungkapkan saat awal pembukaan, banyak orang yang menanyakan bagaimana cara untuk bisa umrah di masa pandemi. “Setelah terjadi kekacauan kemudian ditutup seminggu dan visa sempat ditutup, kami buka di 22 (November) ini adem-adem aja. Masih sepi, masih wait and see, kira-kira bagaimana penyelenggaraan (umrah),” ujarnya saat dihubungi SINDOnews, Senin (23/11/2020). (Baca juga: Rencana Ibadah Haji 2021, Ini Hasil Pertemuan Kemenag dan Otoritas Saudi)

Himpuh sendiri memutuskan tidak membuka pemberangkatan jamaah umrah pada November 2020. Firman memprediksi pemberangkatan umrah akan mulai ramai lagi pada awal atau akhir Desember 2020. Selain umrah, Himpuh pun berharap Pemerintah Arab Saudi membuka penyelenggaraan haji untuk 2021. Kementerian Agama (Kemenag) dalam rapat dengar pendapat pada Senin (23/11/2020) menyatakan Negeri Petro Dollar itu belum bisa memastikan pembukaan ibadah haji tahun depan. (Baca juga: DPR-Menag Sepakat Calon Jamaah Haji dan Umrah Prioritas Vaksinasi COVID-19)

Firman mengatakan jika ibadah haji tidak dibuka kembali untuk Indonesia, antrean jamaah akan semakin panjang. Himpuh tidak masalah jika penyelenggaraan ibadah haji dilaksanakan sangat ketat karena demi keselamatan dan kesehatan bersama. “Bisa jadi dari sisi usia dibatasi, ok lah. Pengurangan kuota, ok lah. Akan tetapi, jangan sampai tidak diselenggarakan sama sekali. Apalagi desas-desus vaksin makin kencang,” tuturnya.

Firman mengungkapkan baik biaya haji plus maupun umrah kemungkinan besar akan naik. Item biaya tambahan, seperti tes Polymerase Chain Reaction (PCR) itu sebanyak dua kali, sebelum berangkat dan pulang. Itu saja sudah ada penambahan biaya sekitar Rp2.000.000. Firman menjelaskan sebenarnya ada satu tes PCR saat datang di Arab Saudi, tapi biayanya ditanggung pemerintah sana. (Baca juga: Temuan Kemenag Soal Evaluasi Pelaksanaan Umrah Jamaah Indonesia)

Selain itu, ada kenaikan pajak dari 5% menjadi 15%. Firman menjelaskan itu semacam pajak pertambahan nilai (PPN) dan berlaku sejak Juli. “Komparasi ya, kalau dulu paket yang dijual Rp20.000.000, sekarang Rp26.000.000. naik 30%. Haji akan sama, enggak bakal jauh berbeda,” pungkasnya.

(cip)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kepedulian Kapolri terhadap...
Kepedulian Kapolri terhadap Warga Kurang Mampu melalui Umrah Gratis dan Bedah Rumah
Bus Jemaah Umrah Indonesia...
Bus Jemaah Umrah Indonesia Terbakar Dekat Madinah, Kemenhaj: Seluruh Jemaah Selamat
28.170 Jemaah Umrah...
28.170 Jemaah Umrah Sudah Dipulangkan ke Indonesia Pascakonflik Timur Tengah
Konflik Timur Tengah,...
Konflik Timur Tengah, Selly DPR Ingatkan Pemerintah Lindungi Jemaah dan Pembiayaan Haji
Hampir 15.000 Jemaah...
Hampir 15.000 Jemaah Umrah Dipulangkan, Pemerintah Pastikan Tak Ada yang Terabaikan
Terobos Langit Timur...
Terobos Langit Timur Tengah, 6.047 Jemaah Umrah Tiba di Tanah Air dengan Selamat
Sama-Sama Ibadah ke...
Sama-Sama Ibadah ke Tanah Suci, Apa Bedanya Haji dan Umrah?
Marissya Icha Buka Suara...
Marissya Icha Buka Suara soal Hanania Travel, Tegaskan Sudah Mundur sebagai Tim Legal
Kasus Umrah Hanania...
Kasus Umrah Hanania Group Seret Sederet Influencer, Awkarin Cs Bakal Diperiksa Polisi
Rekomendasi
MNC University Bersama...
MNC University Bersama Kedutaan Kuba dan Espanolindo Gelar Movie Screening & Photo Exhibition
Purbaya Gelontorkan...
Purbaya Gelontorkan Rp11 Triliun Stabilkan Pasar SBN di Pasar Sekunder
Rupiah Tembus Rp18.000...
Rupiah Tembus Rp18.000 per Dolar, Baskara Putra Mengeluh Harga Alat Musik Naik
Berita Terkini
Geger, WNI Bunuh WNI...
Geger, WNI Bunuh WNI di Hokkaido Jepang, Satu Anggota Polisi Ikut Terluka
Prihatin Kasus Korupsi...
Prihatin Kasus Korupsi di BGN, Hasto PDIP: Suara Kritis Masyarakat Sudah Mengungkapkan Hal Itu
Kelakar Jenderal Sigit:...
Kelakar Jenderal Sigit: Selesai Jadi Kapolri, Saya Gantian Jadi Aktivis
Prabowo Dinilai Mampu...
Prabowo Dinilai Mampu Jaga Keamanan RI Hadapi Dinamika Geopolitik Global
5 Berita Hukum Pekan...
5 Berita Hukum Pekan Ini: Dadan Hindayana dan Silmy Karim Tersangka Korupsi, Noel Divonis 4,5 Tahun Penjara
Tata Kelola Saja Tidak...
Tata Kelola Saja Tidak Cukup, Gus Mashum: NU juga Butuh Tata Krama
Infografis
Penyebab Kasus Covid-19...
Penyebab Kasus Covid-19 di Indonesia Naik, Salah Satunya Mutasi Virus
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved