Kementan Luncurkan Bank Pakan Dukung Swasembada Protein Hewani
Senin, 23 November 2020 - 19:53 WIB
loading...
Kebutuhan konsumsi protein asal ternak diprediksi meningkat dua kali lipat pada tahun 2030. Adanya Bank Pakan bisa meniadi salah satu solusi untuk tetap mendukung swasembada protein hewani.
A
A
A
JAKARTA - Kementerian Pertanian (Kementan) terus berupaya mendukung swasembada protein hewani dan meningkatkan kualitas dan produksi ternak dengan meluncurkan Bank Pakan. Hal ini juga sesuai dengan kerangka kebijakan pembangunan pertanian utamanya sub sektor peternakan yang berkontribusi mewujudkan ketahanan pangan melalui penyediaan protein hewani asal ternak.
Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Nasrullah menyampaikan, kebutuhan konsumsi protein asal ternak diprediksi meningkat dua kali lipat pada tahun 2030. Maka, adanya Bank Pakan bisa meniadi salah satu solusi untuk tetap mendukung swasembada protein hewani.
"Hampir 70 persen kesukseskan program peternakan tergantung kesiapan atau ketersediaan pakannya. Oleh karena itu inovasi Bank Pakan dibangun untuk menjamin ketersediaan pakan ternak sepanjang tahun," ujar Nasrullah, Senin (23/11/2020).
Ia menambahkan, program ini juga harus menjadi gerakan massif bagi para petani dan peternak di tengah masyarakat. Lantaran, menurut dia Bank Pakan ini bisa menjadi solusi karena merupakan komoditas baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyrakat petani dan peternak.
Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam kerangka kebijakan pembangunan nasional, pembangunan pertanian utamanya sub sektor peternakan berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui penyediaan protein hewani asal ternak. "Tapi, harus diikuti oleh peningkatan populasi ternak dan peningkatan produksi pakan dalam memenuhi kebutuhan ternak. Maka itulah fungsi Bank Pakan," ucap Nasrullah.
Ia menjelaskan, seiring dengan upaya peningkatan produksi dan penyediaan pakan secara berkelanjutan, maka memang perlu dibentuk dan dikembangkan kelembagaan atau unit usaha pakan yang mendukung penyediaan secara mandiri, terjangkau, bermutu dan berkelanjutan serta dapat dikelola menjadi komoditi usaha baru bagi peternak berupa Bank Pakan.
Direktur Jenderal (Dirjen) Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH), Nasrullah menyampaikan, kebutuhan konsumsi protein asal ternak diprediksi meningkat dua kali lipat pada tahun 2030. Maka, adanya Bank Pakan bisa meniadi salah satu solusi untuk tetap mendukung swasembada protein hewani.
"Hampir 70 persen kesukseskan program peternakan tergantung kesiapan atau ketersediaan pakannya. Oleh karena itu inovasi Bank Pakan dibangun untuk menjamin ketersediaan pakan ternak sepanjang tahun," ujar Nasrullah, Senin (23/11/2020).
Ia menambahkan, program ini juga harus menjadi gerakan massif bagi para petani dan peternak di tengah masyarakat. Lantaran, menurut dia Bank Pakan ini bisa menjadi solusi karena merupakan komoditas baru yang dapat meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian masyrakat petani dan peternak.
Lebih lanjut disampaikan bahwa dalam kerangka kebijakan pembangunan nasional, pembangunan pertanian utamanya sub sektor peternakan berkontribusi dalam mewujudkan ketahanan pangan melalui penyediaan protein hewani asal ternak. "Tapi, harus diikuti oleh peningkatan populasi ternak dan peningkatan produksi pakan dalam memenuhi kebutuhan ternak. Maka itulah fungsi Bank Pakan," ucap Nasrullah.
Ia menjelaskan, seiring dengan upaya peningkatan produksi dan penyediaan pakan secara berkelanjutan, maka memang perlu dibentuk dan dikembangkan kelembagaan atau unit usaha pakan yang mendukung penyediaan secara mandiri, terjangkau, bermutu dan berkelanjutan serta dapat dikelola menjadi komoditi usaha baru bagi peternak berupa Bank Pakan.
Lihat Juga :