Dikaitkan dengan Kepulangan Habib Rizieq, Ini Tanggapan Jubir Jusuf Kalla
Minggu, 22 November 2020 - 15:01 WIB
loading...
A
A
A
"Setelah bertemu Paus Fransiskus di Vatikan, Pak JK melanjutkan perjalanan ke Riyadh Saudi Arabia, menyaksikan penandatanganan perjanjian kerja sama Pembangunan Museum Rasulullah Muhammad SAW yang akan dibangun di Jakarta, antara Dewan Masjid Indonesia yang diwakili Komjen Pol (Purn) Syafruddin selaku Wakil Ketua DMI dengan
Abdul Rahman bin Muhammad Al Mathar selaku Deputi Eksekutif Liga Dunia," terang dia.
Karena sudah berada di Saudi, JK merasa tidak lengkap bila tidak menunaikan ibadah umrah. JK kemudian melanjutkan perjalanan ke Mekkah menunaikan umrah dengan protokol kesehatan yang ketat.
"Perjalanan Pak JK ke Vatikan dan Mekkah murni perjalanan misi kemanusiaan dan ibadah. Tidak bersangkut paut dengan kepulangan HRS apalagi politik dalam negeri apalagi 2024," tegas Uceng. (Baca juga:Polemik Baliho Habib Rizieq, Fadli Zon: Harusnya TNI Berantas Separatis)
"Saya juga mengingatkan para buzzer untuk tidak mengotori rangkaian perjalanan ini dengan narasi menyesatkan tanpa dasar dan bukti. Karena perjalanan Pak JK murni untuk kemanusiaan dan ibadah. Sebagai negara Pancasila, kita wajib menghargai dan menghormati warga negara Indonesia yang melaksanakan ritual ibadah keagamaannya dan kiranya tidak dinodai dengan fitnah murahan," tutupnya.
Abdul Rahman bin Muhammad Al Mathar selaku Deputi Eksekutif Liga Dunia," terang dia.
Karena sudah berada di Saudi, JK merasa tidak lengkap bila tidak menunaikan ibadah umrah. JK kemudian melanjutkan perjalanan ke Mekkah menunaikan umrah dengan protokol kesehatan yang ketat.
"Perjalanan Pak JK ke Vatikan dan Mekkah murni perjalanan misi kemanusiaan dan ibadah. Tidak bersangkut paut dengan kepulangan HRS apalagi politik dalam negeri apalagi 2024," tegas Uceng. (Baca juga:Polemik Baliho Habib Rizieq, Fadli Zon: Harusnya TNI Berantas Separatis)
"Saya juga mengingatkan para buzzer untuk tidak mengotori rangkaian perjalanan ini dengan narasi menyesatkan tanpa dasar dan bukti. Karena perjalanan Pak JK murni untuk kemanusiaan dan ibadah. Sebagai negara Pancasila, kita wajib menghargai dan menghormati warga negara Indonesia yang melaksanakan ritual ibadah keagamaannya dan kiranya tidak dinodai dengan fitnah murahan," tutupnya.
(kri)