Politikus Gerindra Tidak Rela TNI Ikut-ikutan Urusi Baliho
Sabtu, 21 November 2020 - 15:05 WIB
loading...
Anggota DPR dari Partai Gerindra, Andre Rosiade. Foto/SINDOnews/Rico A Simanjuntak
A
A
A
JAKARTA - Penurunan baliho bergambar pemimpin Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di salah satu lokasi di Jakarta oleh personel Tentara Nasional Indonesia (TNI ) menjadi perbincangan publik.
Prokontra mengenai turun tangannya TNI dalam menurunkan atribut tersebut menjadi polemik. Anggota DPR dari Partai Gerindra, Andre Rosiade menegaskan tidak rela personel TNI diterjukan untuk mengurusi baliho. Menurut dia, tindakan itu justru menurunkan muruwah TNI.
Andre menegaskan penurunan baliho merupakan tugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Jika ada pelanggaran hukum, itu merupakan tugas kepolisian, bukan TNI.
"Rakyat Indonesia mencintai TNI @Puspen_TNI. Kami tidak rela muruwah TNI turun karena urusan baliho. Urusan baliho itu urusan Satpol PP. Kalaupun ada pelanggaran hukum, itu urusan kepolisian @DivHumas_Polri, bukan TNI. TNI adalah tentara rakyat. Mari bersama kita jaga NKRI untuk tetap Jaya," kata Andre melalui akun Twitternya, @andre_rosiade, Sabtu (21/11/2020).
Sebelumnya, Panglima Daerah Komando Militer Jaya/Jayakarta, Mayjen TNI Dudung Abdurachman angkat bicara soal viralnya video pencopotan baliho raksasa Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab oleh sejumlah pria berbaju loreng. (Baca juga; Pangdam Jaya Akui Dia yang Perintahkan Penurunan Baliho Raksasa Habib Rizieq Shihab )
Prokontra mengenai turun tangannya TNI dalam menurunkan atribut tersebut menjadi polemik. Anggota DPR dari Partai Gerindra, Andre Rosiade menegaskan tidak rela personel TNI diterjukan untuk mengurusi baliho. Menurut dia, tindakan itu justru menurunkan muruwah TNI.
Andre menegaskan penurunan baliho merupakan tugas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP). Jika ada pelanggaran hukum, itu merupakan tugas kepolisian, bukan TNI.
"Rakyat Indonesia mencintai TNI @Puspen_TNI. Kami tidak rela muruwah TNI turun karena urusan baliho. Urusan baliho itu urusan Satpol PP. Kalaupun ada pelanggaran hukum, itu urusan kepolisian @DivHumas_Polri, bukan TNI. TNI adalah tentara rakyat. Mari bersama kita jaga NKRI untuk tetap Jaya," kata Andre melalui akun Twitternya, @andre_rosiade, Sabtu (21/11/2020).
Sebelumnya, Panglima Daerah Komando Militer Jaya/Jayakarta, Mayjen TNI Dudung Abdurachman angkat bicara soal viralnya video pencopotan baliho raksasa Imam Besar Front Pembela Islam, Habib Rizieq Shihab oleh sejumlah pria berbaju loreng. (Baca juga; Pangdam Jaya Akui Dia yang Perintahkan Penurunan Baliho Raksasa Habib Rizieq Shihab )
Lihat Juga :