alexametrics

34 Ribu Pekerja Migran Bakal Pulang, Terbanyak dari Jatim

loading...
34 Ribu Pekerja Migran Bakal Pulang, Terbanyak dari Jatim
Warga Negara Indonesia (WNI) yang menjadi anak buah kapal pesiar MV Dream Explorer tiba di Pelabuhan JICT, Tanjung Priok, Jakarta, Rabu (29/4/2020). ANTARA FOTO/Nova Wahyudi/aww.
A+ A-
JAKARTA - Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk mengantispasi kepulangan 34 ribu Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang kontrak kerjanya bakal habis. Dia meminta agar hal ini dipersiapkan dan dilakukan dengan baik di lapangan.

"Saya juga menerima laporan, pada bulan Mei dan Juni ada kurang lebih 34 ribu Pekerja Migran Indonesia yang kontraknya akan berakhir," katanya saat membuka rapat terbatas, Senin (11/5/2020).

Dia mengatakan, sebagian besar pekerja migran tersebut berasal dari Jawa Timur yaitu kurang lebih 8.900. Kemudian dari Jawa Tengah sebanyak 7.400, Jawa Barat 5.800, dan Nusa Tenggara Barat (NTB) 4.200. Lalu dari Sumatera Utara sebanyak 2.800, Lampung 1.800, dan Bali 500.



"Ini agar betul-betul diantispasi, disiapkan, ditangani proses kedatangan mereka di pintu-pintu masuk yang telah kita tetapkan. Dan diikuti pergerakan sampai ke daerah," ungkapnya. (Baca juga: BP2MI Waspadai Kepulangan 34 Ribu Pekerja Migran).

Jokowi mengatakan, pintu masuk jalur udara yang digunakan adalah di Bandara Soekarno Hatta dan di Ngurah Rai. Kemudian untuk ABK kapal pesiar juga di Benoa Bali dan di Tanjung Priok. Sementara, pekerja migran dari Malaysia lewat Batam dan Tanjung Balai.

"Sekali lagi ingin saya tegaskan agar diberlakukan protokol kesehatan yang ketat dengan memobilisasi sumber daya yang kita miliki. Dan juga dipastikan kesiapan tempat karantina, dipastikan rumah sakit rujukan bagi para pekerja migran kita tersebut," pungkasnya. (Baca juga: Jokowi Ingatkan Jangan Sampai Muncul Gelombang Kedua Covid-19).
(zik)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak