Imbauan Satgas Covid-19: Hindari Kerumunan Massa
Sabtu, 21 November 2020 - 06:31 WIB
loading...
A
A
A
Doni menceritakan pengalaman sebelumnya saat kegiatan pertemuan Jamaah Tabligh di Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, pada bulan Maret 2020. Kegiatan tersebut menjadi kluster penyebaran Covid-19 dengan ribuan korban.
“Akibat kegiatan itu ribuan orang terpapar Covid-19. Baik yang berasal dari Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Selatan maupun peserta dari Pulau Jawa,” ujarnya.
Pada bulan Juni 2020 saat berkunjung ke Banjarmasin, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel menyampaikan bahwa ada 2.000 peserta asal Kalimantan Selatan yang ikut kegiatan Jamaah Tabligh di Gowa, Sulawesi Selatan. Dari 2.000 itu baru 900 orang yang melaporkan diri.
“Penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan Kalsel kepada saya bahwa tanggal 7 Juni 2020 ada korban 68 orang meninggal berasal dari mereka yang ikut kegiatan tersebut. Itulah yang membuat Kalsel menjadi zona merah, salah satu dari delapan provinsi dengan kasus tertinggi ketika itu,” ungkap Doni.
Oleh karenanya harus dipahami Covid-19 ini adalah ancaman nyata. Bukan konspirasi dan bukan rekayasa. Mereka yang menjadi korban adalah lansia, komorbid (penderita penyakit bawaan hipertensi, diabetes, jantung, ginjal, dan sejumlah penyakit penyerta lainnya). (Baca juga: Jangan Kendor, Olahraga Harus Tetap Dilakukan Pada Masa Pandemi)
“Cara penularannya melalui droplet dan juga aerosol, yaitu udara yang keluar pada saat kita berbicara. Makanya kita selalu diminta untuk menggunakan masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan supaya tangan kita tidak menyentuh bagian dari wajah. Ini yang harus kita perhatikan,” ungkap Doni.
Sementara itu jumlah kasus positif Covid-19 secara nasional terus bertambah. Kemarin pasien terkonfirmasi terinfeksi virus korona bertambah 4.792 sehingga akumulasinya sebanyak 488.310 orang. Penambahan jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 41.955 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).
Data penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia kini dipublikasikan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di https://www.covid19.go.id dan laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) https://www.kemkes.go.id/. Selain itu dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 hari ini tercatat bertambah 3.940 sehingga totalnya menjadi 410.552 orang.
“Akibat kegiatan itu ribuan orang terpapar Covid-19. Baik yang berasal dari Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Sulawesi Tengah, Gorontalo, Sulawesi Selatan maupun peserta dari Pulau Jawa,” ujarnya.
Pada bulan Juni 2020 saat berkunjung ke Banjarmasin, Kepala Dinas Kesehatan Kalsel menyampaikan bahwa ada 2.000 peserta asal Kalimantan Selatan yang ikut kegiatan Jamaah Tabligh di Gowa, Sulawesi Selatan. Dari 2.000 itu baru 900 orang yang melaporkan diri.
“Penjelasan dari Kepala Dinas Kesehatan Kalsel kepada saya bahwa tanggal 7 Juni 2020 ada korban 68 orang meninggal berasal dari mereka yang ikut kegiatan tersebut. Itulah yang membuat Kalsel menjadi zona merah, salah satu dari delapan provinsi dengan kasus tertinggi ketika itu,” ungkap Doni.
Oleh karenanya harus dipahami Covid-19 ini adalah ancaman nyata. Bukan konspirasi dan bukan rekayasa. Mereka yang menjadi korban adalah lansia, komorbid (penderita penyakit bawaan hipertensi, diabetes, jantung, ginjal, dan sejumlah penyakit penyerta lainnya). (Baca juga: Jangan Kendor, Olahraga Harus Tetap Dilakukan Pada Masa Pandemi)
“Cara penularannya melalui droplet dan juga aerosol, yaitu udara yang keluar pada saat kita berbicara. Makanya kita selalu diminta untuk menggunakan masker, menjaga jarak, dan sering mencuci tangan supaya tangan kita tidak menyentuh bagian dari wajah. Ini yang harus kita perhatikan,” ungkap Doni.
Sementara itu jumlah kasus positif Covid-19 secara nasional terus bertambah. Kemarin pasien terkonfirmasi terinfeksi virus korona bertambah 4.792 sehingga akumulasinya sebanyak 488.310 orang. Penambahan jumlah ini merupakan hasil tracing melalui pemeriksaan sebanyak 41.955 spesimen yang dilakukan dengan metode real time polymerase chain reaction (PCR) dan tes cepat molekuler (TCM).
Data penambahan kasus positif Covid-19 di Indonesia kini dipublikasikan oleh Satuan Tugas Penanganan Covid-19 di https://www.covid19.go.id dan laman Kementerian Kesehatan (Kemenkes) https://www.kemkes.go.id/. Selain itu dilaporkan kasus yang sembuh dari Covid-19 hari ini tercatat bertambah 3.940 sehingga totalnya menjadi 410.552 orang.
Lihat Juga :