Pelibatan Ormas Islam Dinilai Cara Ampuh Lawan Radikalisme
Jum'at, 20 November 2020 - 08:49 WIB
loading...
A
A
A
Menurut dia, terorisme adalah musuh bersama dan kejahatan luar biasa sehingga penanggulangan harus dilakukan secara bersama berupa pelibatan segenap elemen masyarakat, termasuk ormas moderat seperti NU, Muhammadiyah, dan lain-lain untuk membangkitkan silent majority.
“Artinya apa? Mayoritas bangsa Indonesia adalah moderat, tetapi banyak diam makanya disebut silent majority, sementara kelompok radikal terorisme itu sedikit tetapi mereka berisik dan pola radikalisasi menggunakan media,” tuturnya
Karena itu, semua elemen bangsa harus bersama-sama melakukan kontra radikalisasi, baik kontra narasi, kontra ideologi, maupun kontra propaganda juga dengan menggunakan media.
Dia menegasksan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme juga terus meningkatkan fungsi koordinasi dengan melibatkan kementerian/lembaga. “Tinggal kita optimalkan ke depan. Tentu saja kami komit untuk selalu melibatkan elemen masyarakat civil society moderat dalam menanggulangi radikal terorisme,” katanya.
Selain ormas Islam, Nurwakhid menilai mahasiswa, akademisi, dosen, guru juga sangat signifikan dalam memberikan moderasi umat. Kalau bicara radikal terorisme yang mengatasnamakan agama, bukan monopoli agama tertentu, tetapi ada di seluruh agama, sekte, kelompok.
“Artinya apa? Mayoritas bangsa Indonesia adalah moderat, tetapi banyak diam makanya disebut silent majority, sementara kelompok radikal terorisme itu sedikit tetapi mereka berisik dan pola radikalisasi menggunakan media,” tuturnya
Karena itu, semua elemen bangsa harus bersama-sama melakukan kontra radikalisasi, baik kontra narasi, kontra ideologi, maupun kontra propaganda juga dengan menggunakan media.
Dia menegasksan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme juga terus meningkatkan fungsi koordinasi dengan melibatkan kementerian/lembaga. “Tinggal kita optimalkan ke depan. Tentu saja kami komit untuk selalu melibatkan elemen masyarakat civil society moderat dalam menanggulangi radikal terorisme,” katanya.
Selain ormas Islam, Nurwakhid menilai mahasiswa, akademisi, dosen, guru juga sangat signifikan dalam memberikan moderasi umat. Kalau bicara radikal terorisme yang mengatasnamakan agama, bukan monopoli agama tertentu, tetapi ada di seluruh agama, sekte, kelompok.
(dam)
Lihat Juga :