Yusuf Mansur Tunjukkan Akhlak Adik Gus Baha lewat Cerita Kopi Tumpah
Kamis, 19 November 2020 - 15:36 WIB
loading...
A
A
A
Dikatakan Yusuf Mansur, dari kejadian itu, dirinya bisa memetik pelajaran bahwa ketika ingin menolong seseorang, jangan berpikir pamrih atau berharap lainnya, namun harus tulus. "Kalo bs nolong orang, tolongin aja. tapi kopinya jangan diambil, hehehe. jangan diminum, hahaha. kecuali dikasihkan. hihihi. paham, ya? tolongin aja orang, jgn pengen apa2 dari orang yg ditolong. kecuali dari Allah. boleh kalo mintanya ke Allah dari Allah. sbg tambahan ibadah. yg ga boleh, pamrih ke yg ditolong," tulis Yusuf Mansur. (Baca juga: Lailatul Qadar, Gus Baha: Saleh Kelas Ringan Juga Dapat )
Kedua, ketika menolong seseorang, harus cepat dilakukan dan tidak perlu banyak berpikir. "Kalo nolong, dg sigap, dg cekatan, ga pake jeda, ga pake mikir, otomatis, maka itu tanda biasa, terbiasa dan kebiasaan nolong. maka jadilah yang biasa, terbiasa, dan kebiasaan nolong," tuturnya.
Ketiga, ketika ada peristiwa seperti yang dia alami kopi tumpah, jangan menyalahkan cangkirnya. "Walo kopi tumpah separoh, jgn bayar separoh, hehehe. kan kesalahan sendiri, hehehehe. dan jangan nyalahin cangkir kayak tulisan saya di atas, hahaha," paparnya.
Pelajaran lainnya dari peristiwa itu, kata Yusuf Mansur, orang yang lebih besar derajat atau posisinya, jangan sekali-kali malu untuk menolong orang yang lebih kecil. "Jd orang yg lbh besar, jgn sungkan nolongin yg lbh kecil. makin besar, makin mulia, makin terhormat, makin kaya, makin mampu, makin lbh berilmu, makin hrs nolongin yg di bawahnya," katanya.
Terakhir yang tidak kalah penting di tengah booming media sosial, peristiwa apapun jangan lupa untuk diabadikan lewat gambar dan diunggah ke media sosial. "Jangan lupa difoto, biar bisa diupload. hahaha. ini fotonya dari siapa gitu. yg ada di sekitar lokasi ngopi. lah koq ya bisa pas gini fotonya," pungkasnya. Sungguh pelajaran yang berharga ustaz..!.
Kedua, ketika menolong seseorang, harus cepat dilakukan dan tidak perlu banyak berpikir. "Kalo nolong, dg sigap, dg cekatan, ga pake jeda, ga pake mikir, otomatis, maka itu tanda biasa, terbiasa dan kebiasaan nolong. maka jadilah yang biasa, terbiasa, dan kebiasaan nolong," tuturnya.
Ketiga, ketika ada peristiwa seperti yang dia alami kopi tumpah, jangan menyalahkan cangkirnya. "Walo kopi tumpah separoh, jgn bayar separoh, hehehe. kan kesalahan sendiri, hehehehe. dan jangan nyalahin cangkir kayak tulisan saya di atas, hahaha," paparnya.
Pelajaran lainnya dari peristiwa itu, kata Yusuf Mansur, orang yang lebih besar derajat atau posisinya, jangan sekali-kali malu untuk menolong orang yang lebih kecil. "Jd orang yg lbh besar, jgn sungkan nolongin yg lbh kecil. makin besar, makin mulia, makin terhormat, makin kaya, makin mampu, makin lbh berilmu, makin hrs nolongin yg di bawahnya," katanya.
Terakhir yang tidak kalah penting di tengah booming media sosial, peristiwa apapun jangan lupa untuk diabadikan lewat gambar dan diunggah ke media sosial. "Jangan lupa difoto, biar bisa diupload. hahaha. ini fotonya dari siapa gitu. yg ada di sekitar lokasi ngopi. lah koq ya bisa pas gini fotonya," pungkasnya. Sungguh pelajaran yang berharga ustaz..!.
(abd)
Lihat Juga :